Sabtu, 19 Mei 2012 . 18:48
Politik BBM Cakil tajuk
Moral di Selangkangan Lady Gaga opini
Jalur Loji, Dada Ketemu Lutut liputan khusus
Komodo, Nasibmu Nanti  polemik

Resize Huruf
:

Internasional |

Armada Rusia di Suriah, Duri Dalam Daging bagi AS

Stratfor menyebut pengunjuk rasa rasa melebih-lebihkan, untuk memenangkan dukungan dari kekuatan dunia internasional AS.


Armada Rusia di Suriah, Duri Dalam Daging bagi AS
Kapal Induk Rusia Laksamana Kuznetsov
Berita Terkait :
Kamis, 22 Desember 2011 | 13:42 WIB

Skalanews – Stratfor lembaga kajian intelijen berbasis di AS mengatakan sebagian besar klaim oposisi Suriah tentang keseriusan krisis di negara itu tidak benar.

Stratfor  menyebut pengunjuk rasa rasa melebih-lebihkan, untuk memenangkan dukungan dari kekuatan dunia internasional AS.

Dr. Paul Craig Roberts, mantan pejabat kepercayaan Reagan, kepada Russian Today mengatakan dia percaya Washington tak serta merta mendukung pihak oposisi.

“Amerika tidak akan berani mempersenjatai oposisi seperti yang mereka lakukan di Libya dengan mengatasnamakan protes Arab Spring,” kata Roberts. “Ini bukan protes spontan dan dengan negara otorites seperti Suriah, anda tak akan menemukan oposisi yang dengan mudah mampu memasok senjata.”

Roberts melanjutkan, tidak masuk akal bagi orang-orang di Suriah untuk memberikan kesempatan negara mereka dimusnahkan seperti Libya, Irak, atau Afghanistan.

“Masalahnya Rusia akan memiliki pangkalan angkatan laut di Suriah, dan AS tentu saja tidak menginginkan kehadiran angkatan laut Rusia di Laut. Dan seperti di Libya, masalahnya adalah investasi minyak China. Jika Suriah telah selesai, Iran adalah target besar selanjutnya,” kata Roberts.

Duri dalam daging

Akhir November lalu, Rusia mengirim sebuah gugus tugas dari Armada Utara di Severomorsk untuk memulai misi pelatihan di Atlantik dan Mediterania. Gugus tugas itu dipimpin oleh kapal induk Laksamana Kuznetsov dan  kapal perusak kelas Udaloy dan kelas Laksamana Chabanenko.

Selain itu gugus tugas tersebut akan menyertakan kapal tunda Nikolai Chiker, dan tiga buah kapal tanker. Menurut Angkatan Laut Rusia misi tersebut merupakan bagian dari rencana tahunan pelatihan Angkatan Laut Rusia.

Gugus tugas akan diperkuat dengan kapal frigat Yaroslav Mudry dari kelas Neustrashimy yang  merupakan bagian dari Armada Baltik. Kepala Staf Umum AB Rusia, Jenderal Nikolai Makarov, mengatakan misi tersebut telah dijadwalkan dan tidak ada kaitannya dengan krisis politik di Suriah.

Rusia memiliki pangkalan angkatan laut di pelabuhan Suriah Tartus yang dioperasikan di bawah perjanjian tahun 1971 antara Suriah dan Uni Soviet.

Namun demikian, dengan tekanan internasional yang meningkat terhadap Suriah sementara Armada ke-6 AS berpatroli di daerah itu, kehadiran kapal-kapal Rusia bagaimanapun akan mengerem ambisi AS untuk melakukan operasi militer ke Suriah.(nug)


News Hit Counter : 883





Jejaring Sosial




Review www.skalanews.com on alexa.com

Search Engine Optimization