Ramallah - Presiden Mahmoud Abbas mendesak warga Palestina pada Rabu untuk
meningkatkan intensitas protes damai melawan Israel. Langkah yang terinspirasi pemberontakan
populer diharapkan berguna sebagai ofensif diplomatik di PBB.
Abbas, dalam pertemuan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO),
menegaskan kembali niat Otoritas Palestina untuk membawa pengakuan kemerdekaan mereka
ke PBB, berdampingan dengan Israel.
“Dalam periode mendatang, kami ingin aksi massa, terorganisir dan
terkoordinasi di setiap tempat,” kata Abbas. “Ini adalah kesempatan kita
untuk memperdengarkan suara kita kepada dunia dan mengatakan bahwa ini adalah
hak kita.”
Menurut, Abbas, meskipun Amerika Serikat akan memveto setiap
langkah yang membawa masalah Palestina ke PBB, namun Abbas meyakini Sidang Umum
PBB September mendatang akan meng-upgrade
status keanggotaan Palestina.
Desakan Abbas untuk memaksimalkan aktivitas populer sebagai faktor penekan
penyelesaian masalah Palestina bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Marwan
Barghouti dari penjara Israel
menganjurkan hal yang sama.
Para pejabat Palestina menyebut inisiatif diplomatik itu sebagai
bagian dari pendekatan baru untuk perjuangan mereka untuk menciptakan sebuah
negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai
ibukotanya.
Kencenderungan itu tampaknya mengkawatirkan Israel, pemberontakan
populer bagaimanapun berhasil menumbangkan rezim di Mesir dan Tunisia.
Seorang komandan militer Israel akhir pekan lalu mengatakan Israel
akan memperkuat penjagaan perbatasan untuk mengantisipasi protes tersebut.
Hany
al-Masri, seorang analis politik Timur Tengah mengatakan motivasi dia tak bisa
memahami niat Abbas mendesak menggunakan aksi damai. “Apakah dia memang
betul-betul menginginkan ini ini, atau hanya untuk konsumsi publik? Ini adalah
pertanyaan,” katanya.
Bagaimanapun menurut, al-Masri, bagaimanapun Fatah masih memiliki
basis dukungan yang mampu memobilisasi protes-protes tersebut. “Jika mereka
menginginkannya, mereka dapat melakukannya,” katanya. (nug)
News Hit Counter : 371