Gaza - Meski dua utusan senior Gedung Putih untuk kawasan
Timur Tengah saat ini tengah intens membahas prospek perdamaian di Palestina.
Namun, para pejabat Palestina menyebut pihaknya tak akan menyerah terhadap
apapun tekanan yang akan dilakukan Amerika.
Penasihat senior Presiden Palestina, Mahmoud Abbas,
Selasa (07/9) mengatakan mereka tidak akan menyerah pada tekanan Amerika untuk
menjatuhkan tawaran mereka atas pengakuan kemerdekaan di PBB.
Dua utusan senior Gedung Putih, David Hale dan Dennis
Ross, tiba di Timur Tengah kemarin untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat
Israel dan Palestina. Mereka berusaha untuk membujuk Palestina untuk membatalkan
rencana mereka untuk meminta pengakuan pada sidang umum PBB bulan ini untuk
menyetujui kemerdekaan mereka dan bukannya melanjutkan pembicaraan perdamaian
dengan Israel.
“Kami akan pergi ke PBB, terlepas dari ada keberatan
atau tekanan apapun dari Amerika,” kata Yasser Abed Rabbo, penasihat senior Presiden
Palestina Mahmoud Abbas. Rencananya, Abbas akan bertemu dengan Hale pada hari ini.
Sementara Ross, yang dianggap Palestina sebagai pro-Israel, tidak dijadwalkan
untuk menghadiri pertemuan itu.
Pemerintah AS dibawah Obama hanya sedikit membuat kemajuan
dalam pembicaraan damai meskipun memelihara janji untuk membuat diplomasi Timur
Tengah menjadi prioritasnya.
Palestina mengatakan mereka yang maju ke PBB setelah bertahun-tahun pembicaraan
damai dengan Israel tak menghasilkan apapun yang kongkrit.
Baik Israel dan AS menentang inisiatif membawa masalah
Palestina ke PBB dan mendesak perdamaian dapat dicapai hanya melalui negosiasi.
Israel telah menyerukan dimulainya kembali perundingan tanpa prasyarat.
Sebelumnya, negosiator Amerika itu bertemu dengan
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemarin.
Namun menolak untuk menjelaskan detail pembicaraan tersebut. (nug)
News Hit Counter : 540