Demokrat Madiun Tak Terpengaruh 'Nyanyian' Anas

"Urusan pusat biar pusat saja, tak ada urusannya dengan daerah. Daerah tidak ada apa-apa."
Rabu , 27 Feb 2013 21:45 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - MADIUN -- Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Bambang Irianto menegaskan pihaknya tidak terpengaruh pada kasus mantan ketua umumnya Anas Urbaningrum yang menjadi tersangka KPK dalam kasus dugaan suap proyek Hambalang.

Bahkan, terkait dengan 'nyanyian' kecil Anas. Hal itu disampaikan dia mengenai polemik yang menimpa partainya itu, di Madiun, Rabu (27/2). Bagi dia, polemik tersebut hanya berada di tingkat pusat. Karena itu, ia memastikan tidak akan mempengaruhi kinerja Demokrat di daerah.

DPC Demokrat, lanjut dia, akan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. "Urusan pusat biar pusat saja, tak ada urusannya dengan daerah. Daerah tidak ada apa-apa," ujar Bambang.

Apalagi saat ini, menurut dia, DPC sedang konsentrasi mempersiapkan Pemilihan Wali Kota Madiun yang akan digelar pada Agustus mendatang. Selain itu, DPC juga fokus pada Pilkada Jatim 2013 dan Pemilu 2014.

Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar musyawarah anak cabang (musancab) dan merapatkan barisan guna memenangkan pilkada mendatang.

Sesuai rencana, Bambang Irianto yang kini menjabat Wali Kota Madiun akan maju kembali pada Pilkada Kota Madiun yang digelar Agustus 2013. Ia akan diusung Partai Demokrat, menyusul jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun.

Sementara, polemik DPP Demokrat terjadi setelah eks Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang oleh KPK. Anas diduga menerima hadiah atau janji, sehingga, disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor.

KPK sebelumnya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu mantan pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Deddy Kusdinar dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng.

Anas sendiri langsung melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dan bahkan menyatakan mundur dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. [mad/ant]

Komentar facebook