Kepala Sekretariat Banggar DPR Batal Diperiksa KPK

"Kita menerima informasi pemberitahuan Ibu Nurul Faiziah, dari Banggar DPR bahwa yang bersangkutan sedang sakit,"
Rabu , 27 Mar 2013 17:41 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Badan Anggaran DPR Nurul Faiziah lantaran sedang sakit.

Dia sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rusli Zainal, Gubernur Riau. Dia disangkakan melakukan korupsi dalam kaitan dengan revisi Peraturan Daerah untuk pembiayaan PON Riau.

"Kita menerima informasi pemberitahuan Ibu Nurul Faiziah, dari Banggar DPR bahwa yang bersangkutan sedang sakit," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP,  Rabu (27/3).

Selain Nurul, KPK juga memeriksa anggota Fraksi Golkar Kahar Muzakir dan staf ahlinya bernama Badrut Tamam sebagai saksi untuk Rusli. "Keduanya memenuhi panggilan KPK," kata Johan.

Menurut Johan, Kahar dan Badrut sampai saat ini sedang diperiksa oleh penyidik. Terhadap Kahar, penyidik KPK sudah menggeledah ruanggannya beberapa waktu lalu terkait kasus tersebut.

Tak cuma ruangan Rusli, ruangan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto pun tak luput dari penggeledahan tersebut. Meski begitu, KPK belum berencana menjadwalkan pemanggilan terhadap Setya.

Dugaan keterlibatan Kahar dan Setya dalam kasus suap PON Riau itu pernah terungkap dalam persidangan perkara yang sama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau, pada 2 Agustus 2012 yang lalu.

Mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau, Lukman Abbas mengungkapkan, dirinya pernah memberikan uang sebesar Rp9 miliar kepada Setya dan Kahar.

Penyerahan uang itu, kata Lukman dilakukan pada awal Februari 2012 lalu dan bertempat di lantai satu gedung DPR. Uang itu dimaksudkan untuk memuluskan pencairan anggaran untuk penyelenggaraan PON di Riau.

Kedua politikus Golkar itu menolak pemberian uang dari Lukman itu. Namun, mereka menyarankan agar uang itu diberikan kepada Acin yang merupakan ajudan Kahar. Uang itu lalu diserahkan oleh dua pegawai konsorsium proyek Main Stadium bernama Yudi dan Diki, kata Lukman. (Wisnu Yusep/kgi)

Komentar facebook