Naiknya Tunjangan Hakim dan Jaksa, Tak Jamin Penegakan Hukum

Rabu , 17 Apr 2013 15:57 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Naiknya tunjangan hakim dan jaksa, ternyata belum menjamin proses peradilan dapat berjalan secara imparsial.

Terbukti dari masih adanya jaksa dan hakim yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran.

"Beberapa catatan menunjukkan baik jaksa maupun hakim tertangkap tangan atau diberhentikan karena melakukan pelanggaran," ujar Jaksa Agung, Basrief Arief, di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Dituturkan Jaksa Agung, menegakkan peradilan yang adil dan bersih merupakan tugas yang berat, karena lembaga peradilan saat ini telah banyak dikuasai mafia peradilan. 

"Yang terjadi saat ini penuh dengan mafia hukum dan ini terjadi pada setiap tingkat pengadilan," kata Basrief.

Selain itu, tambah Basrief, keberadaan sumber daya manusia yang tidak bermoral di lembaga peradilan juga merupakan masalah besar yang  menjadi kendala dalam proses penegakan hukum.

"Penguatan lembaga hukum tidak akan bermakna apa-apa kalau dalam praktiknya tidak dibarengi dengan orang-orang yang kredibel dan bermoral," tutupnya. (Deddi Bayu/mvw)

Komentar Anda
Komentar facebook