Kasus Buruh Tangerang adalah Fenomena Gunung Es

Senin , 06 Mei 2013 17:35 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon, berpendapat kejadian naas yang menimpa buruh di Tangerang, menunjukkan bahwa perbudakan modern masih terus berlangsung.

Dia pun meyakini, kejadian penyekapan dan penyiksaan yang dialami buruh pabrik wajan CV Logam Mulia, di Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Septan, Kabupaten Tangerang itu merupakan fenomena puncak gunung es.

Dimana dia memprediksi perbudakan lain juga masih banyak terjadi.

"Biasanya dalam kasus yang lebih besar, bisa melibatkan sindikat human trafficking internasional. Pada 2012, berdasarkan Trafficking in Persons Report, Indonesia adalah negara sumber utama, tujuan, dan transit bagi perdagangan seks dan pekerja paksa perempuan dan anak-anak," kata Fadli dalam siaran pers-nya, Senin (6/5).

Dalam data tersebut, jelas Fadli, sebanyak lebih dari 1,6 juta pekerja ilegal asal Indonesia bekerja di luar negeri. Dan 69 persennya adalah wanita bahkan masih banyak anak-anak. Sebagian di antara mereka, kata Fadli, dipekerjakan secara eksploitatif sebagai tenaga seks.

"Korban perdagangan manusia ini juga beroperasi di dalam negeri. Selain dipekerjakan paksa di sektor pertambangan dan perikanan di daerah pedalaman, mereka juga dipekerjakan sebagai tenaga seks di wilayah operasi penambangan di beberapa provinsi," kata Fadli.

Di beberapa wilayah di Pulau Sumatera pun, sesal Fadli, bahkan terjadi peningkatan jumlah anak yang dieksploitasi. "Human trafficking adalah sebuah kejahatan, sebab sindikat ini melakukan perdagangan manusia yang biasanya disalurkan sebagai pekerja seks, perbudakan buruh, atau perdagangan organ tubuh," kata Fadli.

Lebih lanjut Fadli menyebutkan, menurut data International Organization for Migration, Indonesia bahkan menempati peringkat teratas perdagangan manusia di dunia sebesar 3943 orang. Jumlah yang tidak bisa dianggap sepele oleh pemerintah Indonesia.

Namun demikian, Fadli menyatakan untuk kasus buruh di Tangerang, aparat hukum dinilainya telah mengambil langkah yang tepat dengan memproses secara hukum pemilik pabrik tersebut. Hanya saja dia mengingatkan, pemerintah harus memiliki langkah-langkah lain lebih lanjut.

"Pemerintah juga harus ada langkah lebih serius mencegah dan menindak kejahatan ini secara sistematis. Perlu tingkatkan kewaspadaan masyarakat dan  'training' bagi aparat penegak hukum. Modus perbudakan modern masih banyak di tengah globalisasi," kata Fadli menegaskan. (Risman Afrianda/ mvw)

Komentar Anda
Komentar facebook