Wakil Ketua Komisi IX Kecam Kasus Penyekapan Buruh

Selasa , 07 Mei 2013 18:35 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf, tak mau ketinggalan ikut mengecam peristiwa naas yang menimpa para buruh di pabrik wajan CV Logam Mulia, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Septan, Kabupaten Tangerang.

Nova menganggap kisah penyekapan yang dilakukan pemilik pabrik terhadap para buruhnya itu sudah sangat jauh di luar nalar manusia yang beradab.

Dia menilai penyekapan itu bukan hanya merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan saja.

"Tapi juga sudah merupakan penistaan terhadap hak asasi manusia. Terlalu banyak aturan yang dilanggar oleh para penyekap sehingga sulit untuk disebutkan satu per satu," kata Nova, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (7/5).

Politikus asal Partai Demokrat ini juga menilai kejadian itu telah menghina pembukaan UUD 45 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.

"Tindakan penyekapan itu merupakan salah satu bentuk penjajahan. Selain itu, aksi penyekapan tadi juga tidak sesuai dengan BAB X-A UUD 45 tentang Hak Asasi Manusia," tegasnya.

Oleh karena itu, dia pun mendesak institusi terkait, terutama Polri dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) untuk secara serius menangani kasus itu. Terlebih lagi, ujarnya, ada indikasi tindakan penyekapan itu dibekingi oknum keamanan.

Aparat kepolisian pun dimintanya tidak takut membongkar kasus itu. "Karena rakyat akan bersatu di belakang aparat untuk membantu terselesaikannya kasus yang biadab ini," ujarnya.

Nova juga mengingatkan seluruh pejabat yang berwenang, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah pernah menyampaikan pesan yang sangat jelas terkait kasus seperti itu, yakni negara tidak boleh kalah terhadap tindak kekerasan. (Risman Afrianda/ mvw)

Komentar facebook