Konversi BTN jadi Bank BUMN Syariah Paling Mudah

Rabu , 08 Mei 2013 20:26 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Pemerintah bisa melakukan konversi Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank BUMN syariah, karena prosesnya tidak akan terlalu rumit dibandingkan dengan mengubah bank pemerintah lainnya.

"Kalau BTN dikonversi menjadi bank BUMN syariah tidak akan lebih kompleks dibandingkan konversi BNI atau Mandiri yang sudah memiliki cabang di luar negeri karena menyangkut aspek hukum di negara bersangkutan," kata pengamat perbankan syariah, Rizqullah, di Jakarta, Rabu (8/5).

Selain BTN, pemerintah juga bisa melakukan konversi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank BUMN syariah, namun besarnya bisnis bank tersebut akan mempersulit upaya konversi.

Asisten Direktur Gubernur Bank Indonesia (BI) Mulya Siregar berpendapat sama.

"Pendapat saya paling sederhana BTN saja dikonversi," kata Mulya di tempat yang sama.

Menurut Mulya opsi konversi akan lebih mudah dibandingkan melakukan konsolidasi terhadap bank-bank syariah yang menjadi anak usaha bank BUMN karena tidak akan menambah pangsa pasar perbankan syariah.

Sedangkan pembuatan bank baru berbiaya sangat mahal karena diperlukan modal minimal Rp3 triliun.

"Kalau akuisisi lagi bank konvensional yang kecil, ya sama juga," kata Mulya.

Dua Opsi Besar
Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Syakir Sula, mengatakan telah bertemu dengan pihak Kementerian BUMN untuk menyerahkan opsi pembentukan Bank BUMN Syariah.

Menurut Syakir terdapat dua opsi besar dalam pembentukan bank BUMN Syariah dari MES, yakni konversi bank BUMN atau melakukan penggabungan empat buah bank syariah yang merupakan anak usaha Bank BUMN.

Syarkir memperkirakan konversi terhadap BTN akan menambah pangsa pasar perbankan syariah menjadi sekitar 10 persen. Sedangkan konversi terhadap bank BUMN lain yang memiliki jaringan paling luas akan menambah pangsa pasar 20 persen.

"Kalau opsinya menggabungkan seluruh bank umum syariah dan unit usaha syariah milik bank BUMN itu tidak akan menambah pangsa pasar perbankan syariah," kata Syakir.

Sementara itu melalui Forum Diskusi Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) bertema Menanti Bank BUMN Syariah, pihak regulator, perbankan sepakat perlunya pengembangan bank syariah dalam menuju MEA 2015-2020.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Achmad Kusna Permana, sebaiknya pembentukan bank BUMN syariah dilakukan dengan tahapan.

Pertama melakukan konsolidasi terhadap seluruh bank syariah yang menjadi anak bisnis bank BUMN, melakukan merger dan melakukan "Initial Public Offering" (IPO) untuk menjadi perusahaan publik.

"Jadi dari seluruh opsi yang ada menurut saya, sebaiknya itu jangan dijadikan opsi melainkan sebuah tahapan," kata Achnmad. (Ant/DS)

Komentar facebook