Pariwisata Lombok Kalahkan Hawaii

Minggu , 07 Jul 2013 21:44 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Hasil analisis Prapancha Research (PR) terhadap 4.113.072 kicauan di media sosial twitter mengenai tempat liburan selama kurun waktu dua tahun yaitu 4 Juli 2011-4 Juli 2013 menyebutkan Indonesia merupakan
salah satu tempat liburan yang paling favorit di dunia.

Direktur Eksekutif Prapancha Research Geger Riyanto di Depok, Minggu (7/7), mengatakan Lombok mencapai lima kali lipat lebih dikenal daripada Hawaii dan Tahiti, dua situs liburan pulau tropis ternama dunia.

"Lombok dengan kicauan 2.549.505 mention di jagat twitter di seluruh dunia. Itu melampaui Hawaii yang mencapai 433.812 mention atau lebih dari lima kali lipat dan melampaui Tahiti dengan 232.687 mention atau lebih dari sepuluh kali lipat," katanya.

Peneliti PR lainnya Adi Akhdiat menjelaskan tim peneliti sengaja memilih Hawaii dan Tahiti karena kedua pulau ini begitu populer karena keduanya sering disebut-sebut dalam film maupun majalah asing.

Namun, temuan dari perbincangan yang terjadi di lapangan ternyata mengejutkan yakni Lombok yang tak pernah didengar dari film-film Hollywood, justru lebih populer.

Ia menjelaskan tim juga memilih Lombok, bukannya Bali, karena diasumsikan Bali lebih dikenal lagi dibandingkan dengan Lombok, namun ternyata hasilnya di luar dugaan.

Selain itu, Gunung Kelimutu yang berlokasi di Pulau Flores, NTT, ternyata tak kalah populer dibandingkan dengan gunung-gunung terkenal dunia, bahkan hampir mampu mengimbangi ketenaran gunung yang sudah terkenal itu.

Gunung Kelimutu disebutkan sebanyak 73.123 mention di seluruh Twitter. Bandingkan dengan Blue Mountains yang terletak di Australia, yang memperoleh 99.318 mention, dan Rocky Mountains yang terletak di benua Amerika sebelah utara.

Situs Rocky dan Blue Mountains ini memiliki publikasi yang lebih baik di luar negeri ini karena pernah diliput CNN, masuk ke harian dengan tiras terluas di AS, yakni USA Today, serta masuk ke salah satu UNESCO Heritage Center.

"Namun perbincangan di antara masyarakat dunia tentang Kelimutu masih bisa mengimbangi gunung-gunung tersohor dunia itu," tutur Adi.

Sementara itu, Danau Toba juga tersohor di antara danau-danau paling terkenal dunia. Mungkin masyarakat mengira hanya orang Indonesia yang mengenal Danau Toba, dengan predikat danau terluas di Tanah Air.

Namun, bandingkan dengan Lake Titicaca di Peru yang pernah diliput USA Today dan National Geographic, dan juga Lake Powell di Arizona yang juga sohor dari liputan rubrik-rubrik travel yang intens.

Lake Titicaca mendapat 28.643 mention, Danau Toba 54.390 mention, Lake Powell 58.245 mention. Danau Toba diperbincangkan nyaris dua kali lipat dari Lake Titicaca dan hanya berbeda tipis dengan Lake Powell.

"Yang juga paling mengejutkan, jumlah perbincangan Borobudur jauh mengalahkan perbincangan tentang Grand Palace dan Angkor Wat. Grand Palace yang merupakan kediaman keluarga Raja Thailand sejak 1782 dan merupakan situs turisme paling populer di Thailand," katanya.

Apalagi Angkor Wat, yang diklaim menjadi bangunan religius terbesar di dunia dari Kamboja, masing-masing hanya memperoleh 63.933 mention dan 104.914. Jauh tertinggal dibandingkan pembicaraan tentang Borobudur sejumlah 1.137.739 mention.

"Semua ini terjadi pada saat promosi turisme Indonesia di mancanegara berjalan kurang efektif dibandingkan negara-negara tetangga," katanya.

Bandingkan, misalnya, tingkat keteraksesan situs resmi turisme Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Situs http://www.indonesia.travel, terhitung 5 Juli 2013, hanya menempati peringkat 70.112 di Alexa dengan 1.999 situs terhubung dengannya.

Sementara situs turisme Malaysia, http://www.tourism.gov.my, mendapat peringkat 45.578 dengan 2.566 situs terhubung kepadanya, dan Thailand, http://tourismthailand.org, berperingkat 27.309 dengan 4.900 situs terhubung.
Kinerja instansi yang berwenang atas promosi turisme melalui situs yang paling efektif adalah Thailand, sementara yang paling tidak efektif dibandingkan dengan ketiganya adalah Indonesia.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa meski jauh dari sorotan media dan publikasi besar serta belum ditunjang promosi yang efisien, Indonesia dalam praktiknya terbukti diperbincangkan di mana-mana sebagai situs wisata favorit global.

"Kita dapat membayangkan bila pemerintah di masa datang bekerja lebih keras lagi, bukanlah mustahil Indonesia dapat menjadi raja pariwisata dunia," katanya. [mad/ant]

Komentar Anda
Komentar facebook