Lahan Tembakau Mangkrak, Petani Madura Dianjurkan Tanam Tebu

Sabtu , 20 Jul 2013 11:19 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Anomali cuaca yang menimbulkan cuaca kemarau basah selama 2013 ini, menyebabkan sekitar 85 persen dari 31 ribu hektar lahan tembakau di Pamekasan, Madura, mangkrak.

Untuk itu agar lahannya tetap bisa digarap, petani dianjurkan untuk menanam tebu. Apalagi, tebu rakyat itu akan dibeli sejumlah PG (Pabrik Gula) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Pamekasan, Ajib Abdullah, mengatakan, dirinya sempat mendengar kabar jika PTPN X bakal melakukan ekspansi ke Madura dengan membuka lahan tebu hingga seluas 4 ribu hektar termasuk juga rencana membangun pabrik gula (PG) yang terintegrasi di Pulau Madura dengan kapasitas giling 5.000-7.000 ton cane per day (tcd).

"Jika memang PTPN X akan melakukan ekspansi ke wilayah Madura, maka akan memberikan alternatif bagi petani untuk meraup keuntungan dari lahan pertanian miliknya. Jika tembakau tak lagi bisa ditanam tahun ini, sebaiknya petani beralih dengan tanam tebu," papar Ajib, Jumat (19/7).

Ajib mengaku prihatin setelah melihat langsung lahan-lahan tembakau milik petani banyak yang mangkrak. Setelah sempat ditanami bibit tembakau yang mati terguyur hujan, ribuan petani malah membiarkan lahan pertanian itu mangkrak tanpa ada komoditas yang ditanamnya.

Dalam hitungan, Ajib mencatat hanya sekitar 15 persen lahan tembakau dari 31 ribu hektar yang tertanami tembakau. Sisanya dibiarkan merana tanpa satupun komoditas pertanian yang ditanam. "Realitas lahan mangkrak itu dampak dari anomali cuaca kemarau basah," ujarnya.

Pada saat gagal tanam tembakau, mestinya petani berusaha mencari tanaman alternatif. Termasuk tanaman tebu yang telah di sosialisasikan Dishutbun Pamekasan dan telah membuka lahan demo di Kecamatan Proppo.

Sebenarnya, petani langsung menanam tebu diatas lahan tembakau yang gagal itu. "Hanya saja, untuk beberapa areal lahan historis tembakau di Pamekasan tidak dijamah oleh tebu," harapnya.

Areal historis tembakau Pamekasan tersebar di beberapa desa di Kecamatan Batumarmar, Waru, Pakong, dan Pagentenan yang selama ini dikenal sebagai wilayah penghasil tembakau berkualitas.(Anang Adriyanto/bus)

Komentar facebook