Kejagung Tahan Dirut PT Hidayah Nur Wahana Atas Korupsi BLBU

Kamis , 01 Ags 2013 23:40 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno yang juga tersangka kasus dugaan korupsi Pengadaan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) Paket I.

Dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspekum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi di kantornya, Jakarta, Kamis (1/8) terhadap Sutrisno ditahan sejak 31 juli hingga 19 Agustus 2013 mendatang.

"Ditahan selama 20 hari, terhitung mulai 31 Juli-19 Agustus 2013 di Rutan Salemba, cabang Kejari Jaksel," kata Untung.

Untung menambahkan, penahanan terhadap tersangka ini berdasarkan surat perintah nomor 15/F.2/Fd.1/07/2013, tanggal 31 Juli 2013.
Atas penahanan ini berarti penyidik telah menahan dua tersangka dalam penyidikan kasus korupsi ini. Seorang lainnya yakni, Pimpinan Produksi PT HNW, Mahfud Husodo lebih dulu ditangkap pihak kejaksaan di Jember, Jawa Timur. Mahfud ditahan sejak 19 Juni-7 Agustus 2013.

Untuk diketahui, kejagung telah menetapkan dua orang tersangka dalam proyek yang menelan biaya Rp209,8 miliar yakni Sutrisno, dan Mahfudi Husodo.

Dugaan korupsi itu menurut jaksa, ada penyimpangan dalam penyaluran BLBU berupa padi lahan kering, padi hibrida, padi non hibrida, dan kedelai yang diduga tidak sesuai varietasnya. Yakni berupa kurang volume dalam realisasinya serta beberapa pelaksanaan yang dianggap fiktif.

Sejatinya, proyek pengadaan benih itu akan ditebar untuk Paket I, yakni untuk wilayah Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Medan.
Dari hasil penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup dan akan dikroscek ke lapangan terkait dugaan pengadaan barang yang fiktif dan yang tidak sesuai dengan tender. (frida astuti/bus)

Komentar facebook