Ketua MK: Tertangkapnya Rudi Memalukan Bangsa

Rabu , 14 Ags 2013 23:37 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, menilai bahwa tertangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dari  pegawai Kernel Oil Pte. Ltd. (PT KOPL Indonesia) sangat memprihatinkan sekaligus memalukan bangsa.

"Inikan soal produk sharing kontrak minyak yang 90 persen pemainnya adalah asing. Kalau kontraktor lokal itu banyak sekali yang mengeluh nggak bisa dapat. Kalau dari pembicaraan pribadi, saya kepada teman-teman anak bangsa yang usahanya kecil-kecil korupsinya nggak kelihatan di situ," kata Akil di Gedung MK, Rabu (14/8) malam.

Dituturkan Akil, sebagai pemberdaya galian sumber daya alam strategis yang menunjang rakyat hidup banyak, tentu harus dikelola secara profesional. Dan di situ sumber kehidupan tentu akan sangat menggoda dari tindakan-tindakan yang bisa menghancurkan bangsa ini.

"Nah menurut saya pejabat yang menjadi leader di sana ya betul-betul tidak sempurnalah tapi bisa menghindari membuat sistem soal-soal yang seperti ini," ujarnya.

Ditambahkan Akil, SKK Migas sebagai lembaga strategis ternyata memprihatinkan dan mempermalukan.

"Nah itulah maksud saya lembaga yang kita perdebatkan strategis gitu ternyata memprihatinkan dan mempermalukan kita, di sana kan orang-orang profesional dan orang-orang asing semua," katanya. (Deddi Bayu/bus)

Komentar facebook