Aparat Dispenda Kalsel Dituntut Kerja Keras

Rabu , 21 Ags 2013 06:38 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Aparat Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalimantan Selatan dituntut kerja keras dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, ujar anggota Badan Anggaran DPRD provinsi Kalsel, Gusti Perdana Kesuma.

"Aparat Dispenda jangan cuma mau upah pungutnya saja, tapi harus bekerja lebih keras lagi," tandas anggota Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel, sebelum melakukan kegiatan di Jakarta, Selasa (20/8).

Hal ini ini untuk menjawab terkait penurunan atau tak tercapainya target penerimaan pajak daerah pada Rancana APBD Perubahan 2013 provinsi tersebut.

Wakil rakyat dari Golkar itu, kurang sependapat kalau alasan tidak tercapainya target penerimaan pajak daerah tersebut, karena penetapan target yang terlalu tinggi atau tak sesuai potensi riil.

"Semestinya penetapan target yang dianggap terlalu tinggi, bukan menjadi alasan tak tercapainya target. Tapi target tersebut harus menjadi pemicu agar bekerja lebih keras lagi," tuturnya.

Menurut dia, penetapan target penerimaan pajak daerah yang dianggap tinggi itu cukup beralasan. Karena pengalaman beberapa tahun terakhir penerimaan pajak daerah selalu melampaui target.

"Guna menghindari pengalaman serupa, Dispenda harus membuat peta potensi pajak daerah secara riil dan terukur, agar lebih memudahkan penetapan target penerimaan serta evaluasi," saran mantan Ketua Komisi III DPRD Kalsel itu.

"Tapi jangan pula karena ingin kerja santai, membuat target penerimaan pajak daerah seadanya, sehingga realisasinya selalu terlampaui dan mendapat pujian," demikian Gusti Perdana menegaskan.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin dalam Nota Keuangan/Pidato Pengantar RAPBD-P 2013 provinsinya mengungkapkan, penerimaan pajak daerah pada RAPBD-P 2013 tersebut mengalami penurunan Rp132,04 miliar dari target dalam APBD Murni 2013.

Namun Gubernur Kalsel dua periode itu, dalam Nota Keuangan/Pidato Pengantar RAPBD-P 2013 yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD provinsi setempat, 19 Agustus lalu, tidak mengungkap, mengapa terjadi penurunan penerimaan pajak daerah tersebut.

Sementara itu ketika dikonfirmasi dalam kesempatan terpisah, Kepala Dispenda Kalsel, Gustava Yandi menyatakan penurunan penerimaan pajak daerah tersebut karena penetapan target yang terlalu tinggi.

"Semestinya target itu ditetapkan realistis saja sesuai potensi, karena dengan target yang tinggi namun ternyata tak tercapai, bisa berdampak pada pelaksanaan pembangunan," katanya.

RAPBD-P Kalsel 2013 secara umum terdiri pendapatan daerah sebesar Rp4,41 triliun dan belanja daerah Rp5,38 triliun. Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah Rp2,69 triliun, dana perimbangan Rp1,37 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. (bus/ant)

Komentar facebook