KY Pasrah Hakim Dimyati Tak Lolos di DPR

Senin , 23 Sep 2013 23:56 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Komisi Yudisial (KY) mengaku hanya bisa pasrah terhadap hasil fit and proper test terhadap Calon Hakim Agung (CHA) yang dilakukan komisi III DPR RI.

Terutama atas nasib CHA Sudrajad Dimyati atas dugaan suap yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Padahal yang bersangkutan merupakan salah satu hakim yang memperoleh track record terbaik dari peserta CHA dari jalur karier.  

Komisioner KY bidang Perekrutan Hakim, Taufiqurrahman Syahuri mengungkapkan pihaknya belum selesai melakukan pemeriksaan untuk membuktikan bersalah atau tidaknya dugaan percobaan suap tersebut.

Dalam melakukan pemeriksaan, KY tidak bisa bergerak sangat cepat. Meskipun untuk kasus ini dinilainya sudah termasuk cepat karena langsung diproses dan pada pekan ini juga ditargetkan harus selesai.

KY, baru bisa memeriksa para pihak terkait dugaan suap itu pada Rabu (25/9) nanti. Pemeriksaan akan diawali dengan meminta keterangan kepada wartawan yang kali pertama melihat kejadian dugaan percobaan suap di toilet DPR tersebut.

”Di hari yang sama kita juga periksa anggota DPR-nya (Bahrudin Nasori dari Partai Kebangkitan Bangsa),” ujar Taufiq saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/9).
                
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, pada tanggal 26 September 2013, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap Sudrajad.

Namun, upaya KY pemeriksaan dugaan suap itu tetap tidak bisa menolong untuk memperbaiki nasib hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi Pontianak itu sejak awal. Sebab komisi III DPR tetap sesuai jadwal untuk melakukan voting guna memilih empat dari total 12 CHA yang lolos sampai ke DPR dari hasil rekomendasi KY.

Padahal, kata Taufiq, setidaknya hasil pemeriksaan dari KY diharapkan bisa dijadikan dasar bagi DPR untuk memilih atau tidak memilih Sudrajad.

Lebih lanjut, Taufiq mengatakan, sejauh ini baik Sudrajad maupun Bahrudin memang sudah membantah dengan menyatakan tegas tidak ada upaya penyuapan. Namun hasil pemeriksaan KY secara formal akan menjadi lebih kuat sebagai dasar penilaian.

”Tapi kan sudah diklarifikasi sama komisi III soal yang bersangkutan (tidak terbukti penyuapan). Hasil dari KY kalau melihat bukti-buktinya tidak jauh berbeda sepertinya dengan pernyataan komisi III. Ya sudah mau bagaimana lagi DPR tetap memilih hari ini,” kata Taufiq.

Sebagaimana diketahui, Komisi III DPR akhirnya memilih empat nama calon hakim agung (CHA), untuk menjabat sebagai hakim agung, setelah melakukan proses fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan sejak pekan lalu.

Keempat hakim agung itu terpilih setelah pihak Komisi III DPR melakukan mekanisme voting atau pemungutan suara, di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9) malam.

Dalam pemilihan melalui mekanisme voting ini, Hakim Sudrajad Dimyati dinyatakan gugur, dengan hanya memperoleh satu suara.(Deddi Bayu/bus)

Komentar Anda
Komentar facebook