Habibie: Pesawat R-80 Terbang Tiga Tahun Lagi

Sabtu , 28 Sep 2013 13:57 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Bacharuddin Jusuf Habibie menyatakan pesawat R-80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI), di mana bekas Presiden RI itu duduk sebagai komisaris, sudah bisa terbang tiga tahun mendatang.

"R-80 yang merupakan buatan anak-anak didik saya, akan terbang tiga tahun lagi," kata Habibie, di Batam, hari ini.

Saat ini ada 15 anak bangsa yang mendesain pesawat tersebut. Mereka adalah bekas karyawan PT Dirgantara Indonesia yang memiliki pengalaman lebih 20 tahun dan sempat bekerja di Boeing atau Airbus.

Pesawat R-80 itu sudah dipesan oleh salah satu maskapai penerbangan nasional sejumlah 100 unit.

R-80 merupakan pengembangan dari N250 yang dibuat Habibie dan sempat diperkenalkan pada 1997 sebelum Indonesia mengalami krisis.

Pesawat itu didesain untuk jarak tempuh kurang dari 600 kilometer, karena itu dapat dipastikan akan semakin irit bahan bakar.

"Alat transportasi yang cocok untuk Indonesia memang pesawat. Berkat kerja keras kami, maskapai nasional sangat mempercayai dan sudah memesan 100 unit," katanya.

Pada 2012 jumlah penumpang pesawat Indonesia mencapai 71 juta orang. Angka tersebut masih tergolong minim jika dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 230 juta jiwa.

"Dengan R-80 maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati perjalanan dengan pesawat terbang," kata Habibie.

Selain membuat pesawat, Habibie juga berencana membangun pusat perawatan pesawat (MRO/Maintenance, Repair, Overhaul) di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam di atas lahan seluas 62 hektar.

Nilai investasi dari perusahaan perawatan pesawat tersebut mencapai sekitar 200 juta dolar AS dan akan menyerap sekitar 4 ribu tenaga kerja.

Pembangunan area pengembangan MRO tersebut untuk melayani perbaikan/perawatan pesawat maskapai nasional yang selama ini sekitar 70 persen masih dilakukan di luar negeri. (Ant/DS)

Komentar facebook