Biaya Cuci Darah dan Hydrosefalus Gratis di RS Jatim

"Misalnya sakit gagal ginjal yang selalu ketergantungan dengan mesin pencuci darah, maka semuanya akan ditanggung oleh Pemprov. Begitu juga Hydrosefalus."
Kamis , 07 Nov 2013 20:43 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Kabar gembira untuk para pasien cuci darah dan Hydrosefalus (kepala yang membesar).

Pada tahun depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) akan menanggung semua pengobatan dan penanganannya.

Usai memimpin rapat penyelenggaraan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kamis (7/11), Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan mulai tahun depan dua penyakit yang dianggap masyarakat dapat membuat jatuh miskin akan ditanggung Pemprov Jatim.

"Misalnya sakit gagal ginjal yang selalu ketergantungan dengan mesin pencuci darah, maka semuanya akan ditanggung oleh Pemprov. Begitu juga Hydrosefalus," kata mantan Sekdaprov Jatim ini.

Soekarwo mengatakan untuk membiayai semuanya, Pemprov Jatim sudah menyiapkan anggaran Rp.180 Miliar. "Dana itu sharing antara Pemkab/ Pemkot dengan Pemprov sehingga tahun depan Hydrosefalus dan cuci darah dilarang ditolak di rumah sakit daerah. Semuanya gratis," ungkapnya.

Soekarwo menambahkan, Jamkesda ini mendukung progam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2014 mendatang.

"Jadi, pengobatan untuk berbagai penyakit yang menyebabkan jatuh miskin itu akan kami masukkan dalam BPJS. Khusus penanganan pasien gangguan jiwa, kami telah bekerja sama dengan dokter spesialis kejiwaan untuk mewujudkan Jawa Timur bebas pasung tahun 2014," ujarnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Jatim, masyarakat Jatim yang terdaftar dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS adalah sebanyak 40 persen penduduk Jatim, atau sebanyak 14.001.871 jiwa. Sedangkan Jamkesda menanggung sebanyak 707 ribu jiwa. [Wahyu/mad]

Komentar facebook