Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan Dinilai Masih Berat

Selasa , 17 Des 2013 16:35 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews -Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Ryan Kiryanto menilai, tantangan ekonomi Indonesia ke depan masih berat. Terutama terkait upaya untuk memulihkan kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI).

"Tantangan bersumber baik dari eksternal, yakni siklus global. Maupun internal, yakni masalah struktural," ujar Ryan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa.

Ryan menuturkan, tantangan eksternal berhubungan dengan masih lemahnya ekonomi global yang disertai pergeseran lanskap ekonomi global, merosotnya harga komoditas, serta ketidakpastian penarikan stimulus moneter di AS (tapering off).

"Pembalikan lanskap tersebut, dapat mendorong kenaikan suku bunga negara maju dan memicu capital outflow," ujar Ryan.

Menurutnya risiko global itu semakin meningkatkan kerentanan NPI, mengingat permasalahan struktural defisit transaksi berjalan masih terjadi.

Sementara itu untuk tantangan internal, lanjut Ryan, terkait dengan upaya memperkuat daya saing dan produktivitas melalui berbagai kebijakan struktural guna menyehatkan postur NPI di tengah transisi Indonesia menjadi "upper middle income countries".

Ryan mengatakan, transaksi berjalan yang selama delapan kuartal terakhir masih mengalami defisit dapat menekan rupiah. Dimana kemudian berisiko meningkatkan inflasi dan akhirnya menghambat kesinambungan pertumbuhan ekonomi (long term sustainable growth).

"Saat ini proses adjustment ekonomi sedang terjadi, meskipun permintaan domestik terindikasi masih cukup kuat. Sehingga masih berisiko menekan neraca transaksi berjalan," ujarnya. (Ant/DS)

Komentar Anda
Komentar facebook