Korban Dosen Pedofil Tjandra Gunawan Bertambah

Selasa , 06 Mei 2014 17:02 WIB
  
  
A+ | Reset | A-

Skalanews - Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) IT Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Besar Albertus Rahmad Wibowo mengaku timnya menemukan dua lagi bocah korban kejahatan seksual melalui dunia maya yang dilakukan Tjandra Adi Gunawan (37) seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

"Kita baru menemukan dua orang korban (baru), satu orang siswi dari SLTP dan satu orang lagi siswa dari SLTP juga," kata Albertus usai acara diskusi di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/5).

Sebelumnya, empat anak yang menjadi korban Tjandra berhasil terungkap. Pelaku yang juga menjabat sebagai Manager Equality Assurance di salah satu perusahaan PT KSM di Surabaya itu diketahui mengoleksi foto-foto porno anak-anak lalu mendistribusikan kepada jaringan pedofilia internasional.

"Untuk jaringan internasional kita masih terus dalami dan kembangkan, termasuk kerjasama dengan Kemenkominfo untuk telusuri kasus ini," imbuhnya.

Tjandra sendiri diciduk pada 24 Maret 2014 lalu ditempat kerjanya. Modus yang dilakukan Tjandra yakni membuat akun Facebook dengan menyamar sebagai dokter wanita dengan nama DR. Lie Halim. Pelaku lantas menyasar korban anak-anak yang rata-rata berusia 10-14 tahun.

Dengan alasan konsultasi medis, para korban diminta mengirimkan sejumlah foto syur atau bagian organ vital untuk dikirim ke sang dokter gadungan tersebut.

Dari pelaku, penyidik menyita setidaknya 10.236 buah foto pornografi anak yang diduga diperoleh dari para korbannya. Satu buah laptop merk Acer, satu buah laptop merk Lenovo, satu buah Samsung Galaxy tab, satu buah modem, dan lima buah flashdisk dengan kapasitas 60 GB.

Penyidik telah menjerat Tjandra dengan pasal 29 Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan pasal 27 ayat (1) juncto pasal 52 UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara atau denda Rp6 miliar. (Frida Astuti/day)

Komentar facebook