Jumat, 15 Desember 2017 | 19:02 WIB
Kenaikan laba perusuhaaan pengelola terbesar di Asia ini merupakan hasil dari permintaan minyak domestik yang sangat besar khususnya untuk industri
Sinopec Meraih Keuntungan Hingga US$ 6,4 Miliar
Senin, 29 Agustus 2011 | 19:28 WIB
[foto-telegraph] -
Hongkong – Saham China Petroleum & Chemical Corp (Sinopec) di Hong Kong Stock Exchange mengalami kenaikan yang signifikan. Setelah perusahaan pengolah minyak terbesar di Asia  itu  melaporkan pendapatan labanya mencapai sebesar 5 persen atau senilai US$ 6,4 milliar dan setara Rp 54,4 triliun (US$1=Rp8,500)

Menurut pemerhati ekonomi dan saham, Calvin Lee menjelaskan bahwa kenaikan laba ini merupakan hasil dari permintaan domestik yang sangat besar khususnya untuk industri.

"Lonjakan bisnis produksi minyak merupakan faktor utama dalam peningkatan laba Sinopec tahun ini," ujarnya seperti dilansir BBC.

Sinopec menjelaskan bahwa dalam satu tahun bisa memproduksi 150 juta barel minyak mentah dan memperoleh keuntungan 24 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Tetapi dalam peningkatan keuntungan minyaknya Sinopec juga mengalami kerugian dalam 12 anak perusahaannya. Hal ini karena adanya Inflasi besar-besar di China," tambahnya.

Perlu diketahui bahwa 12 anak perusahaan Sinopec mengalami kerugian karena adanya pembatasan dalam penjualannya. Harga minyak mentah meningkat secara signifikan sementara harga domestik produk minyak sulingan itu diatur secara ketat, karena itu banyak segmen yang mengalami kerugian dalam pembatasan penjualannya. (dip)


  
  
Berita Terkait: