Jumat, 24 November 2017 | 22:05 WIB
Penguatan yang terjadi ini juga tanpa menafikkan usaha Bank Indonesia (BI) yang telah menjaga rupiah.
Kepercayaan Pasar Dorong Penguatan Rupiah
Senin, 31 Oktober 2011 | 16:45 WIB
-
Skalanews - Derasnya capital inflow yang membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat sejak pekan kemarin, merupakan dampak dari kuatnya kepercayaan pasar.

"Kuatnya kepercayaan pasar mendorong derasnya capital inflow hingga sukses membawa rupiah menguat di bawah Rp8.800," ujar Kepala Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk Nurul Eni Nurbaeti, di Jakarta, Senin (31/10).

Dia menjelaskan, menguatnya nilai tukar rupiah pada penutupan pekan kemarin juga dipengaruhi oleh bursa Asia yang ditutup di zona hijau. Hal ini secara tidak langsung telah memberi dukungan terhadap rupiah.

Namun, sambung Nurul, penguatan yang terjadi ini juga tanpa menafikkan usaha Bank Indonesia (BI) yang telah menjaga rupiah.

Nurul memperkirakan, sepanjang hari ini pergerakan rupiah juga diperkirakan akan terus menguat.

Selain itu, kian mengemukanya perbincangan mengenai inflasi, ekspor dan impor serta surplus trade balance juga diprediksi akan memberi fresh sentiment terhadap rupiah.

"Inflasi berpotensi mengalami kenaikan dibanding sebulan sebelumnya, akibat ekses depresiasi rupiah. Namun, rupiah masih berada pada kisaran aman," jelasnya.

Seperti diketahui, pada Jumat 28 Oktober 2011, rupiah ditutup menguat di level Rp8.795 per US$, versus opening di level Rp8.810 setelah bergerak di kisaran Rp8.785–Rp8.835. (wahyu/buj)