Jumat, 24 November 2017 | 22:05 WIB
"Investor kembali memburu dolar AS, kecemasan mengenai masalah hutang Eropa belum juga beranjak."
Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah pun Melemah
Selasa, 1 November 2011 | 12:51 WIB
-
Skalanews - Mata uang kawasan Asia mengalami penekanan hebat. Hal itu terjadi usai mengalami apresiasi pada pekan sebelumnya, Buntutnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Selasa (1/11) pagi, melemah.

Dari transaksi antarBank di Jakarta, nilai tukar mata uang rupiah bergerak melemah 35 poin ke posisi Rp8.885 dibanding sebelumnya Rp8.850. "Investor kembali memburu dolar AS, kecemasan mengenai masalah hutang Eropa belum juga beranjak," ujar analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta.

Intervensi Bank of Japan terhadap yen, dinilai dia, berdampak jelas terhadap nilai tukar valuta Asia terhadap dolar AS. Kondisi itu juga ternyata membuat rupiah tertekan.

"Meski demikian, mata uang tanah air masih memiliki peluang penguatan di awal bulan November. Rupiah bisa menguat karena sentimen masih berpihak ke valuta domestik, khususnya bila Jepang berhenti intervensi," kata dia.

Intervensi dari Jepang untuk melemahkan yen, menurut Johanes, memicu penguatan pada dollar AS dan komoditas serta aset beresiko lainnya. "Jepang mengintervensi pasar mata uang guna menahan laju penguatan yen, membuat komoditas yang dinilai dengan dollar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya," kata dia. [mad]