Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:05 WIB
"Mereka ingin melihat seperti apa industri jasa keuangan dan asuransi di Indonesia, dengan modalnya mereka berminat untuk masuk ke Indonesia. Dari BNI kita menawarkan kerja sama dengan menunjukkan kemampuan yang kita miliki termasuk jumlah nasabah ki
BNI dan Grup Hanwa Kian Lengket Soal Bisnis
Senin, 13 Juni 2011 | 18:23 WIB
Dirut BNI Gatot m Suwondo -
JAKARTA - Grup Hanwha, perusahaan besar dari Korea Selatan (Korsel) yang mengincar bidang jasa keuangan dan asuransi tengah menjajaki kerja sama dengan Bank BNI. Hal tersebut terlihat di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia - Asia Timur (World Economic Forum on East Asia/WEF-EA) di Jakarta, Senin (13/6).

Hanwha Group menurut Direktur Umum BNI, Gatot M. Suwondo, adalah satu dari 10 perusahaan besar atau Chaebols di Korsel yang memanfaatkan forum WEF ini untuk mencari peluang mengembangkan usaha di Indonesia.

"Mereka ingin melihat seperti apa industri jasa keuangan dan asuransi di Indonesia, dengan modalnya mereka berminat untuk masuk ke Indonesia. Dari BNI kita menawarkan kerja sama dengan menunjukkan kemampuan yang kita miliki termasuk jumlah nasabah kita," ungkapnya.

Hanwha Group, dalam pandangan Gatot, merupakan konglomerat besar yang bergerak di berbagai sektor industri seperti industri dan konstruksi, distribusi dan hiburan, keuangan dan perdagangan, komunikasi, serta olah raga. Selain itu, juga merupakan satu dari sejumlah perusahaan besar yang hadir di WEF dan memanfaatkan ajang internasional ini untuk mencari kesempatan kerjasama bisnis dengan sejumlah perusahaan Indonesia termasuk BNI.

"Kita ingin menjadi jembatan bagi masuknya investasi asing dan adanya WEF ini sangat membantu tujuan itu, sehingga seharusnya lebih banyak lagi perusahaan Indonesia yang masuk menjadi anggota WEF," ujarnya.

Sedangkan mengenai WEF, Gatot menerangkan, merupakan kesampatan terbaik untuk mempromosikan Indonesia apalagi dalam lima hingga enam tahun terakhir fundamental ekonomi Indonesia dinilai sangat bagus, dan menarik keinginan ekonomi dunia. "Kehadiran perusahaan asing itu tentu penting karena kita sangat membutuhkan dana mereka untuk terus mendorong perekonomian kita. Inilah kesempatan kita untuk menarik 'Foreign Direct Investment' untuk mempromosikan Indonesia bahwa peluang usahanya baik dan investasi di Indonesia prospeknya juga baik," katanya menandaskan.

Perusahaan Indonesia yang menjadi anggota WEF sampai saat ini 16 perusahaan, dan di antaranya BUMN, antara lain BNI, Bank Mandiri, dan Pertamina. [mad]