Sabtu, 18 November 2017 | 05:52 WIB
Rencanaya, 200 ribu ton beras asal Sulawesi Selatan akan di ekspor ke Korsel. Untuk dalam negeri kita mengimpor beras kualitas rendah dari Vietnam.
Kemendag Belum Rekomendasikan Ekspor Beras ke Korsel
Jumat, 5 Agustus 2011 | 15:44 WIB
Ilustrasi (skalanews.com-Eddy Tarigan) -
Jakarta - Kementerian Perdagangan mengakui belum memberi rekomendasi bagi keinginan Pemda rencana Sulawesi Selatan mengekspor beras premium ke luar negeri. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Eddy Saleh mengatakan, pihaknya belum memutuskan kapan akan merekomendasikan rencana ekspor beras tersebut.

"Belum ada (ijin ekspor beras premium). Rekomendasi saja belum ada," kata Eddy, di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Jumat (5/8).

Menurut Eddy, pihak Kemendag baru berencana akan melakukan pembahasan terkait beras premium yang akan di ekspor Sulawesi Selatan untuk memenuhi permintaan Korea Selatan sebesar 200 ribu ton. "Iya, baru mau akan rapat. Kalau sampai sekarang belum ada rekomendasi, ya belum," lanjutnya.

Dia mengatakan, sebelumnya memang pernah dilakukan ekspor beras premium ke luar negeri, karena memang dinilai tidak banyak jumlah beras yang ada serta tingkat konsumsi di dalam negeri yang sedikit. "Sudah dulu (ekspor beras premium), itu memang khusus kualitas yang super premium gitu ya, artinya di kita pun ya nggak banyak," jelas Eddy.

Seperti diberitakan, Pemda Sulsel meminta ijin kepada pemerintah pusat untuk mengekspor beras kualitas premium hasil produksinya ke Korea Selatan. Dari permohonan mengekspor sebanyak 200 ribu ton, pemerintah pusat baru mengijinkan untuk mengekspor 50 ribu ton. Selain permintaan dari Korea Selatan, keinginan mengekspor beras tersebut juga karena telah tercukupinya kebutuhan beras di Sulawesi Selatan. (wah)