Senin, 24 Juli 2017 | 13:36 WIB
"Asumsi tersebut sangat positif, dimana kita lihat bahwa ekonomi kita semakin kuat."
HIPMI Nilai RAPBN 2012 Positif Bagi Ekonomi
Rabu, 17 Agustus 2011 | 15:39 WIB
Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa -
Jakarta - Asumsi RAPBN yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai positif
bagi perekonomian Indonesia. Demikian diungkapkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa.

"Asumsi tersebut sangat positif, dimana kita lihat bahwa ekonomi kita semakin kuat," kata Erwin di Jakarta, Rabu (17/8).

Mengenai pengurangan dan pengalihan subsidi BBM yang sering salah sasaran ke sektor yang lebih membutuhkan seperti infrastruktur serta program lansung ke masyarakat miskin, bagi Erwin merupakan langkah yang tepat.

Kendati demikian, menurut dia, RAPBN 2012 masih sangat konservatif. "Sebenarnya kita semua paham bahwa 'bottlenecking' (sumbatan) dari semua aktivitas ekonomi adalah soal infrastruktur. Jadi ini seharusnya yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan ke depan" bebernya.

Pertumbuhan ekonomi 2012 akan bisa bergerak lebih tinggi lagi dari perkiraan RAPBN, jika persoalan infrastruktur tuntas. "Saya optimis bisa 7 persen," katanya.

Mengenai pangan dan krisis energi ke depan, ujar Erwin, menjadi tantangan yang harus dihadapi ke depannya. "Kita semua harus bersikap realistis terhadap alokasi subsidi yang terlalu besar dalam APBN. Kemudian terkait dengan defisit anggaran saya pikir masih terlalu kecil dan ruang untuk ekspansi masih besar," bebernya.

Sedangkan terkait asumsi utang yang masih di bawah 3 persen, Erwin menilainya masih wajar. "Terkait utang, kita jangan sampai terlalu terjebak akan bayang-bayang rasio utang ini karena bagi saya utang sesuatu yang normal dalam rangka pembangunan nasional asalkan bener-benar digunakan," katanya menegaskan.

Secara keseluruhan Ketua HIPMI ini menilai bahwa sebenarnya masih terbuka ruang bagi Indonesia untuk bisa ekspansi lebih tinggi lagi asalkan belanja negara benar-benar terserap sesuai prioritasnya. [mad]