Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:48 WIB
Mintarsih Yakini Blue Bird Pakai Logo Secara Ilegal
Rabu, 11 Maret 2015 | 17:10 WIB
-

Skalanews - Pihak Mintarsih Abdul Latief meyakini pemilik PT Blue Bird, Purnomo Prawiro Cs telah melakukan pelanggaran karena memakai merk 'Blue Bird dan logo 'Burung Biru' secara ilegal dan tanpa sepengetahuan dirinya.

Mintarsih sebelumnya menyebut pihaknya telah menciptakan merk dan logo sejak 1972 atau saat mendirikan PT Blue Bird Taxi bersama Purnomo. Soal gugatan merk inipun saat ini tengah bergulir di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

"Purnomo Prawiro Cs secara diam-diam mengalihkan hak penggunaan logo burung biru ke sebuah perusahaan taksi bernama PT Blue Bird yang didirikannya secara sepihak pada tahun 2001," tegas Mintarsih kepada wartawan, Rabu (11/3)

Mintarsih menuding, sejak tahun 1995 Purnomo sebagai Direktur Utama sengaja tidak mendaftarkan PT Blue Bird Taxi ke Kementerian Hukum dan HAM untuk menyesuaikan diri dengan UU Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

Akibatnya sejak terhitung tahun itu pula PT Blue Bird Taxi tidak terdaftar di Kemenkum HAM. Selain itu Purnomo juga sengaja tidak mendaftarkan ulang logo 'Burung Biru' yang seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali.

"Akibatnya jelas, Purnomo Prawiro Cs leluasa mengembangkan PT Blue Bird dengan mematikan PT Blue Bird Taxi," sambung Mintarsih.

Disambung Mintarsih para pemegang saham juga merasa dibohongi oleh Purnomo sejak tahun 1995 hingga 2015. Terlebih Purnomo tidak lagi transparan ketika diminta penjelasan tentang kemajuan PT Blue Bird Taxi.

Diketahui Mintarsih mengajukan gugatan terhadap PT Blue Bird milik Purnomo terkait penggunaan logo 'Burung Biru' dan merk Blue Bird ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan ini dilayangkan oleh Mintarsih selaku keluarga pendiri dan pemegang saham PT Blue Bird Taxi itu pada 20 Januari 2015 lalu.

Adapun pihak yang digugat Mintarsih yakni Purnomo Prawiro selaku Dirut PT Blue Bird Tbk (Tergugat I), Kresna Priawan Djokosoetono selaku Dirut Pusaka Citra Djokosoetono (Tergugat II), Noni Sri Aryati Purnomo selaku Dirut Blue Bird Group Holding (Tergugat III), PT Blue Bird Tbk (Tergugat IV), PT Pusaka Citra Djokosoetono (Tergugat V) dan Blue Bird Group Holding (Tergugat VI)

Selain itu Mintarsih juga memasukan turut tergugat I hingga VI yakni PT Blue Bird Taxi, PT Iron Bird, PT Iron Bird Transport, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bursa Efek Indonesia, Ditjen HKI. (frida astuti/bus)