Senin, 25 September 2017 | 16:41 WIB
Secara teknis sedot pulsa melibatkan dua pihak. Pihak yang tersedot tersebut secara sadar melakukan tindakan tersebut karena adanya iming-iming.
Kasus Penipuan Pulsa Masih Dipelajari Polri
Selasa, 11 Oktober 2011 | 14:14 WIB
-
Kasus penipuan pulsa yang marak terjadi belakangan ini tengah dipelajari Markas Besar (Mabes) Polri. Hal itu disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Sutarman.

Sebelum acara pembukaan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/10), ia mengatakan bahwa teknis sedot pulsa melibatkan dua pihak. Pihak yang tersedot tersebut secara sadar melakukan tindakan tersebut karena adanya iming-iming.

"Misalnya ada iklan, hubungi nomor sekian dengan premium call nanti akan dapat sekian, dia akses itu kan sadar itu. Berarti kan dia tidak dicuri. Tapi sadar. Begitu sadar di sana ternyata bukan hanya pada saat diakses, tapi ada yang lain," bebernya.

Keduanya tersebut, lanjut Sutarman secara tak sadar, mungkin terlibat dalam perjanjian antara pengirim sms dengan yang dikirim. Saat ini, menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan kementerian komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) serta ahli informasi teknologi.

Pihaknya, tutur dia, telah menerima laporan masyarakat. "Laporan masyarakat ada beberapa, tapi laporan secara perorangan masih belum. Jadi itu dari pemberitaan-pemberitaan yang ada," tandasnya. (mad)