Senin, 25 September 2017 | 16:40 WIB
Masyarakat diminta untuk tidak takut melaporkan aksi teror yang merupakan efek terkait laporan pencurian pulsa.
Korban Pencurian Pulsa Diminta Melapor Bila Mendapat Ancaman
Jumat, 4 November 2011 | 18:09 WIB
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar -
Skalanews - Penganiayaan terhadap korban pencurian pulsa, Hendri Kurniawan ditanggapi serius oleh Mabes Polri. Polri meminta setiap korban dan pelapor pencurian pulsa tak segan-segan mengadu bila diteror pihak tertentu.

"Kalau ada ancaman atau teror kepada masyarakat, terkait peristiwa itu harus dilaporkan juga kepada kita," tutur Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, Jumat (4/11)

Hal tersebut dimaksudkan agar polisi dapat mengetahui bahwa efek dari adanya laporan masyakarat terkait pencurian pulsa bisa menyebabkan korban sekaligus pelapor pencurian pulsa tersebut mendapat teror.

"Jadi kita bisa tahu, artinya apabila akibat laporan dari masyarakat ini berdampak adanya reaksi berupa perbuatan teror kepada masyarakat yang melaporkan kerugian tersebut, bisa melaporkan kepada kita. Jadi jangan ragu-ragu kepada masyarakat untuk melaporkan kepada kita," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Hendri (36) pada Selasa (1/11) dini hari lalu di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan tiba-tiba saja didatangi dua laki-laki berboncengan motor. Keduanya lalu menghampiri Hendri lalu menendang kaki serta menampar wajahnya. Keduanya juga mengintimidasi Hendri agar mencabut laporan pencurian pulsa yang diadukanya.

Tak cukup sekali, pada Rabu (2/11) tepatnya di Perpustakaan 'Cinta Baca' di kawasan Bogor, Hendri kembali dipepet oleh pengendara sepeda motor dan kembali diintimidasi. [Frida Astuti/Pay]