Sabtu, 18 November 2017 | 05:57 WIB
Internasional
Saya kecewa jika defisit anggaran untuk bantuan negara miskin dipotong. Padahal Inggris yang mengalami defisit 0,7 persen saja tidak memangkas anggaran bantuan,
Bill Gates Khawatir Pemotongan Dana Bantuan Belanda 9,6 Miliar Euro
Sabtu, 24 Maret 2012 | 14:40 WIB
Chairman Global Network Foundation, Bill Gates -
Skalanews – Chairman Global Network Foundation, Bill Gates merisaukan pemotongan dana bantuan kerjasama Belanda karena khawatirkan tindakan ini akan ditiru oleh negara zona Eropa lainnya. 

Seperti dikutip dari NOS (Belanda) pada Sabtu (24/3) bahwa Gates merasa khawatir atas tindakan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang hingga kini tengah melakukan pemotongan dana anggaran bantuan kerjasama Belanda dengan lembaga donor tersebut sebesar 9,6 miliar Euro.

"Saya kecewa jika defisit anggaran untuk bantuan negara miskin dipotong. Padahal Inggris yang mengalami defisit 0,7 persen saja tidak memangkas anggaran bantuan," ujar Gates seperti dikutip dari NOS.

Meski kini masalah pemotongan anggaran ini masih dibahas parlemen Belanda. Namun, kubu Partai Demokrat Kristen dan Partai Kebebasan secara tegas menolak usulan pemotongan anggaran itu.

Hingga kini, kubu Rutte masih melakukan negosiasi putaran baru tentang pembahasan dana bantuan kerjasama Belanda yang mencapai 18 miliar Euro. 

Pemotongan bantuan ini disebabkan karena tingkat defisit Belanda bisa tembus mencapai tiga persen. Angka tiga persen, diyakini sebagai batas norma keamanan ekonomi Belanda. Lebih dari itu, Belanda akan terjerumus ke lubang krisis keuangan seperti Yunani, Portugal, Italia, dan Irlandia.  

Hingga kini anggaran bantuan Belanda adalah 4,6 miliar euro (0,7 persen dari Produk Nasional Bruto). Melansir data NOS, GNP Belanda dipatok oleh OESO pada 1970 adalah 0,7 persen.

Usulan pemotongan anggaran juga diletupkan pimpinan Partai Kebebasan, Geert Wilders. Meski dikenal kontroversial, Wilder hanya mengusulkan pemotongan sebesar 4 milliar Euro.

Namun, Gates tetap bersikeras bahwa pemotongan anggaran yang dilakukan oleh negara-negara maju akan memicu kematian bagi warga di negara miskin yang disebabkan kurangnya pasokan vaksin. (adrian syahalam/bus)