Selasa, 23 Mei 2017 | 12:08 WIB
Internasional
Israel-Saudi Bersekutu Tolak Hubungan AS-Iran
Minggu, 10 November 2013 | 21:43 WIB
AS-Iran - hizbut.tahrir.or.id

Skalanews - Amerika Serikat (AS) dan Iran, boleh dibilang, saat ini tengah menjajaki babak baru terkait hubungan diplomatik yang lama terputus.

Namun, belum juga hubungan itu melekat, beberapa negara sudah menolak.

Yang menolak itu adalah Arab Saudi dan Israel. Kedua negara itu bersekutu menentang keras normalisasi hubungan diplomatik AS-Iran

"AS telah membuat keputusan strategis untuk terlibat dengan Iran dan sekarang kita menghadapi oposisi dari dua negara yang selalu diam-diam bersekutu satu sama lain, Israel dan Arab Saudi," kata wartawan investigasi Wayne Madsen, kepada Press TV, Sabtu (9/11).

"Keduanya bertujuan untuk menentang kebijakan AS, tidak hanya berkaitan dengan perundingan atas masalah nuklir Iran, tetapi juga perluasan permukiman Israel di Tepi Barat," katanya menambahkan.

"Sekarang, kami telah melihat Israel dan Saudi sekali lagi saling mendekatkan diri dalam akses rahasia mereka yang sudah mereka pertahankan selama beberapa tahun untuk mencoba menghentikan kebijakan luar negeri Amerika yang dilaksanakan di Timur Tengah," katanya lagi.

"Ini telah menyadarkan banyak orang di Washington terhadap sifat sebenarnya pemerintah Israel dan Arab," ujarnya.

Pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung di Jenewa telah menyebabkan keretakan antara AS dan Israel atas prospek melonggarkan sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran .

Gedung Putih telah menawarkan untuk meringankan sanksi terhadap Tehran karena kemajuan perundingan yang dilakukan antara Iran dan AS, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman di Jenewa saat ini.

Seorang pejabat atas pemerintah AS mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (8/11) bahwa meringankan sanksi " akan menempatkan waktu pada jam untuk memberikan ruang bagi kita untuk menegosiasikan kesepakatan akhir yang komprehensif."

Namun, usulan Washington membuat marah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Israel benar-benar menentang usulan tersebut," kata Netanyahu, Kamis (8/11).

"Saya percaya bahwa mengadopsi mereka akan menjadi kesalahan proporsi bersejarah dan mereka harus benar-benar ditolak," katanya menegaskan. [mad]