Sabtu, 18 November 2017 | 05:54 WIB
Internasional
"Dengan mundurnya Dominique Strauss-Kahn sebagai Direktur Pelaksana IMF karena skandal kekerasan seksual, maka nama Sri Mulyani Indrawati (SMI) disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut dengan berbagi pertimbangan."
Bagi PKB, Sri Mulyani Layak Jabat Direktur IMF
Selasa, 24 Mei 2011 | 16:55 WIB
Sri Mulyani Indrawati -
JAKARTA - Nama mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, masuk dalam salah satu nominasi calon direktur IMF. Bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sri Mulyani dinilai pantas menggantikan Dominique Strauss-Kahn.

"Dengan mundurnya Dominique Strauss-Kahn sebagai Direktur Pelaksana IMF karena skandal kekerasan seksual, maka nama Sri Mulyani Indrawati (SMI) disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut dengan berbagi pertimbangan," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Marwan Ja`far, kepada pers di Gedung DPR/MPR di Senayan Jakarta, Selasa (24/5).

Sri Mulyani, lanjut dia, dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Selain itu, negara berkembang harus diberi kesempatan memimpin lembaga tersebut dan tidak dimonopoli oleh Eropa. Tradisi IMF harus selalu dipimpin orang Eropa sangat tidak beralasan karena belum tentu akan lebih baik, sebab ini menyangkut SDM," katanya.

Secara intelektual dan pengalamannya sebagai Menkeu RI dan Kepala Bappenas, Marwan menilai, Sri Mulyani secara intelektual layak memimpin IMF. Belum lagi, pengalamannya sebagai Direktur Eksekutif IMF Asia Tenggara yang tentu sudah sangat familier dengan lembaga tersebut. Apalagi ditambah dengan pengalaman sekarang sebagai Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani tentu sudah paham budaya dan standar kerja internasional.

Jika memang dia dipercaya sebagai Direktur Pelaksana IMF, maka lembaga tersebut akan punya kredibilitas dan pengaruh kuat di negara-negara berkembang. Sebagai anak Bangsa Indonesia, Sri Mulyani tentu butuh dukungan kuat dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menduduki jabatan tersebut.

"Pengalaman sebagai ekonom terkemuka juga ikut menambah bobotnya, jika terpilih sbg Direktur Pelaksana IMF. Di sinilah perlunya solidaritas negara-negara berkembang untuk mendorong, minimal negara-negara dari kawasan ASEAN yang baru saja menyelenggarakan KTT, dimana Indonesia sekarang menjadi Ketua ASEAN," tuturnya.

Indonesia sebagai Ketua ASEAN, ia menambahkan, tentu akan sangat berpengaruh untuk meloloskan SMI sebagai Direktur Pelaksana IMF. [mad]