Sabtu, 18 November 2017 | 06:08 WIB
Internasional
Menurut para ahli, tren ini diperkirakan akan mempengaruhi negara-negara yang terkena dampak lebih dari 50 tahun ke depan, terutama melalui kurangnya pengantin bagi pria Cina dan India.
Populasi Perempuan Asia Mandek Gara-gara USG
Kamis, 6 Oktober 2011 | 20:31 WIB
-
Skalanews - Teknologi ternyata juga memberikan dampak negatif. Lihat saja pada penggunaan USG terhadap perempuan di Asia.

Peningkatan akses pada teknologi yang memungkinkan para orangtua mengetahui jenis kelamin dari janin mereka itu membuat Asia kehilangan 117 juta perempuan. Yang paling terkena dampak negatif tersebut adalah Cina dan India.

Demikian laporan yang disampaikan PBB Kamis (6/10), seperti dikutip dari Radio Netherland. Menurut para ahli, tren ini diperkirakan akan mempengaruhi negara-negara yang terkena dampak lebih dari 50 tahun ke depan, terutama melalui kurangnya pengantin bagi pria Cina dan India.

Laporan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan PBB dan Vietnam di Hanoi. "Perbandingan jenis kelamin penduduk yang tidak simetris ini mencerminkan preferensi orang tua kepada anak laki-laki, dikombinasikan dengan peningkatan akses ke teknologi pemilihan jenis kelamin terkini" seperti USG.

Demikian tulis Badan Populasi PBB dalam makalah konferensi. Penentuan seks menyebabkan banyak orangtua memilih melakukan "aborsi selektif", kata ahli demografi Perancis Christophe Guilmoto.

Di sebagian besar negara, rasio jenis kelamin kelahiran adalah 104-106 kelahiran anak laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Rasio ini secara bertahap menjadi berat sebelah selama 25 tahun terakhir di beberapa negara Asia, terutama di Cina dan India," kata PBB. (mad)