Selasa, 23 Mei 2017 | 12:08 WIB
Korupsi
Kejati Dalami Kasus Gratifikasi Istri Mantan Gubernur
Selasa, 11 November 2014 | 04:57 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung terus mendalami kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Noorhari Astuti, istri mantan Gubernur Babel Eko Maulana Ali.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bangka Belitung, Arifsyah Mulya Siregar di Pangkalpinang, Senin, mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan beberapa bukti dan informasi kuat atas dugaan adanya gratifikasi dan masih terus mendalami bukti-bukti tersebut.

"Prinsipnya bagi penyidik, data dan informasi harus diperoleh sebanyak-banyaknya serta digali sedalam-dalamnya," katanya.

Ia mengatakan, jika jaksa ke depannya masih membutuhkan keterangan dari Noorhari Astuti, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali. Untuk pemanggilan selanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan waktunya.

"Masalah ada tidaknya pemanggilan lagi, pihak penyidik yang lebih tahu. Tapi yang jelas kalau butuh keterangan lagi berdasar bukti-bukti dan informasi yang ada pasti kita panggil dan gali terus," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil para kontraktor yang diduga kuat memberi gratifikasi yang dituduhkan kepada Noorhari. Namun untuk sementara pihaknya belum bisa menyebutkan siapa saja kontraktor yang akan dipanggil tersebut.

"Semua nama para kontraktor ada pada penyidik. Untuk nama-namanya nanti pasti akan ketahuan saat diperiksa oleh penyidik," ungkapnya.

Dikatakannya, sebelumnya Noorhari sudah menjalani pemeriksaan satu hari penuh terkait dugaan menerima gratifikasi dari berbagai proyek. Pemeriksaan terhadap Noorhari berdasarkan perintah dari Kejaksaan Agung yang menerima laporkan dari masyarakat.

"Dugaan gratifikasi yang diterima oleh Noorhari adalah proyek sumur bor dengan pagu anggaran senilai Rp5,2 milyar, proyek jembatan baturusa 2 dan 3 yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah serta proyek Rumah Sakit Umum Provinsi Bangka Belitung yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah," katanya. (ant/mar)