Selasa, 19 September 2017 | 18:50 WIB
Korupsi
Pencacatan Harga Jual Tanah Fuad Lebih Murah
Kamis, 27 Agustus 2015 | 23:05 WIB
Fuad Amin -

Skalanews - Bupati Bangkalan 2003-2013 Fuad Amin diketahui membeli banyak bidang tanah di Bangkalan namun harga jual beli dibuat jauh lebih kecil saat pembuatan akta jual beli (AJB).

Salah satu saksi yaitu Yana Gehendra menjual tanah miliknya seluas 8.480 meter persegi di Desa Mlajah, R.E. Martadinata, Bangkalan kepada Fuad Amin.

"(Dibeli sesenilai) Rp 1,144 miliar dengan transfer melalui bank," kata Yana dalam sidang pemeriksaan saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Meskipun harga pembelian Rp1,144 miliar, tapi dalam pencatatan AJB di hadapan notaris hanya tercatat Rp120 juta dengan diatasnamakan Siti Masnuri yaitu istri Fuad Amin.

Saksi lain bernama Romailah menjual tanahnya seluas 234 meter persegi di Desa Mertajasah Kecamatan Bangkalan seharga Rp175 juta pada 2008, tapi dalam AJB harganya tercatat hanya Rp15 juta.

"Karena rumah saya yang baru sudah jadi, saya kasih plang (jual) lalu Orangnya Pak Fuad ke rumah melihat," kata Romailah.

Selanjutnya saksi Rodipah mengaku menjual tanahnya seluas 157 meter persegi di Desa Mertajasah Bangkalan dengan harga Rp78,5 juta yang kepemilikannya juga diatasnamakan Siti Masnuri.

Sedangkan Sandrawati Iwakusuma, mengaku menjual tanah seluas 1 hektare di Kelurahan Mlajah, Jalan R.E. Martadinata kepada Fuad Amin seharga Rp1,3 miliar yang juga diatasnamakan Siti Masnuri "Hari Sabtu saya terima uang, hari Senin kemudian ke notaris dan saya tandatangan akta jual beli," kata Sandrawati.

Tapi ia tidak tahu mengenai harga tanah yang tercatat di AJB hanya Rp110 juta.

"Saya nggak tahu (nominal AJB). sudah lupa sudah," ungkap Sandrawati.

Saksi lain yaitu M Thoib menjual tanahnya selus 856 meter persegi di Desa Mertajasah, Bangkalan seharga Rp 856 juta.

"Harganya Rp 1juta per meter dijual ke Kyai Fuad," kata Thoib.

Thoib mengaku mau untuk menjual tanahnya karena tanah itu akan digunakan untuk perluasan masjid Syaikhona Cholil.

"Saya melihat kepentingan besar sesungguhnya, saya lebih ikhlas untuk kepentingan umat terutama perluasan (masjid) Cholil itu," tambah Thoib.

Saksi selanjutnya Mudarmaki mengatakan bahwa ia menjual tanahnya seharga Rp500 ribu per meter.

"Apakah harganya Rp78,5 juta?" tanya jaksa KPK Arin.

"Engkih" jawab Mudarmaki dengan menggunakan bahasa Madura. Jaksa KPK juga menghadirkan penerjemah tersumpah Ahmad Agus Ramdani.

"Tanda tangan atau cap jempol?" tanya jaksa.

"Cap jempol, untuk perluasan kuburan sama perluasan masjid," ungkap Mudarmaki.

Dalam perkara ini, Fuad didakwa dengan tiga dakwaan yaitu pertama menerima Rp18,05 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS) karena telah mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy CO LTd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Kedua, melakukan pencucian uang pada saat menjabat sebagai Bupati Bangkalan dan Ketua DPRD Bangkalan 2010-2014 hingga Rp229,45 miliar.

Dan ketiga, melakukan pencucian uang pada saat menjabat sebagai Bupati Bangkalan periode 2003-2010 hingga Rp54,903 miliar. (ant/mar)


  
  
Berita Terkait: