Jumat, 24 November 2017 | 22:00 WIB
Korupsi
"Iya, KPK telah mengembalikan aset dan uang senilai Rp152 triliun dari sektor Migas kepada kas keuangan negara, baik bentuk uang maupun aset"
KPK Selamatkan Rp152 Triliun dari Sektor Migas
Jumat, 4 November 2011 | 18:07 WIB
Wakil Ketua KPK, Haryono Umar [foto-ist] -
Skalanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berhasil menemukan sejumlah  aset negara yang berasal perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (Migas). Tak tanggung-tanggung, total aset-aset negara di sektor Migas dari tangan perusahaan asing yang telah diselamatkan KPK mencapai Rp152 triliun.

Hal ini dilakukan karena menurut Wakil Ketua KPK Haryono Umar menganggap pengelolaan sejumlah aset pemerintah di sektor Migas masih kurang baik. Oleh sebab itu perlu ada perbaikan dari segi pencatatan

“Iya, KPK telah mengembalikan aset dan uang senilai Rp 152 triliun dari sektor Migas kepada kas keuangan negara, baik bentuk uang maupun aset” ujarnya Haryono Umar saat dihubungi, di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/11).

Haryono menjelaskan penyelamatan uang sebesar itu  akibat ketidakjelasan data yang dilakukan oleh pemerintah. Lagipula pemerintah tidak mencatat aset-aset negara di sektor Migas.

"Ini sangat berbahaya tidak ada pencatatan aset negara di sektor Migas selama ini," jelas Haryono heran.

Sementara sejumlah aset yang diselamatkan KPK, tambah Haryono, berupa helikopter, mata bor, hingga kapal tanker. Sejumlah aset-aset negara tersebut baru berasal dari hulu.

Dalam kesempatan ini juga, Haryono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan pengembalian uang negara tersebut  kepada lembaga terkait. Selain itu, KPK juga melaporkan ke DPR supaya mendesak pemerintah untuk segera melakukan pendataan terhadap aset dan keuangan negara tersebut.

"Kami juga lapor ke DPR agar mendesak pemerintah segera  melakukan pendataan. Rawan, karena selama ini tidak ditangani secara baik," imbuhnya. (syamsud dhuha/bus)