Selasa, 17 Oktober 2017 | 14:55 WIB
Seniman Australia-Indonesia Pameran Bersama
Selasa, 15 April 2014 | 01:36 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Sejumlah seniman dari Australia dan Indonesia menggelar pameran bersama di gedung Indonesian Contemporary Art Networking (iCAN) Yogyakarta.

"Proyek ini memperlihatkan kekuatan hubungan antara warga Australia dan Indonesia. Ini merupakan contoh luar biasa, bagaimana seni dan kebudayaan dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman dan menciptakan hubungan profesi dan pribadi yang baru," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty, dalam keterangan persnya di Denpasar, Senin.

Dalam kegiatan tersebut, para seniman dari kedua negara menyuguhkan koleksi alat-alat musik yang inovatif dan karya instalasi suara buah dari imajinasi mereka.

Alat-alat dan karya seni tersebut dibuat sebagai bagian dari proyek pembuat alat musik atau "Instrument Builders Project" (IBP).

Para peserta telah berkolaborasi selama beberapa pekan untuk membuat konsep, mementaskan, dan memamerkan karya-karya yang baru dalam proyek yang merupakan bagian dari Program Kesenian dan Kebudayaan 2014 atas dukungan Lembaga Australia-Indonesia.

"Hubungan pribadi dan kebudayaan sesungguhnya merupakan penyeimbang hubungan Australia-Indonesia. Saya harap proyek ini menandai awal hubungan kreatif yang lestari di antara para seniman yang terlibat," kata Moriarty.

Karya-karya yang dipamerkan termasuk alat-alat musik eksperimental, patung suara, instalasi, karya konseptual, dan instruksional, serta pertunjukan musik.

Seniman asal Indonesia yang lama bermukim di Brisbane, Tintin Wulia, menyuguhkan "Odong-Odong Dang Ding" berupa dua sepeda dimodifikasi untuk membawa seperangkat alat musik tradisional angklung.

Kemudian ada Kristi Monfries dan Joel Stern bertindak sebagai kurator IBP untuk mengupas karya Peter Blamey, Mas Wibowo, Caitlin Franzmann, Dale Gorfinkel, Jompet Kuswidananto, Bagus Pandega, Wukir Suryadi, dan Tintin Wulia.

Proyek tersebut juga mencakup program terbuka konser, pameran, lokakarya, dan seminar.

Program Kesenian dan Kebudayaan 2014 Kedutaan Besar Australia berlangsung dari Maret hingga November yang mencakup konser, pameran kesenian visual, tari, kesusasteraan, busana, olahraga, dan pameran keliling ilmu pengetahuan dan inovasi.

Program itu didukung oleh Pemerintah Australia melalui Dewan Kebudayaan Internasional Australia dan atas prakarsa Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. (ant/mar)