Sabtu, 18 November 2017 | 06:05 WIB
Polres Seruyan Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur
Jumat, 3 Oktober 2014 | 20:52 WIB
Ilustrasi -

Skalanews - Penyidik Polres Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mengungkap praktik prostitusi terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Seruyan AKP Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, Jumat mengatakan bahwa prostitusi terhadap anak di bawah umur berhasil diungkap pada Selasa (2/10).

"Saat itu kita menerima laporan masyarakat yang merasa resah dengan kegiatan tersebut. Setelah kita telusuri ternyata benar," katanya.

Di rumah jalan Tjilik Riwut Km 4 Kota Kuala Pembuang yang diduga menjadi tempat prostitusi tersebut, petugas menemukan dua orang anak perempuan di bawah umur, yakni WT (13) dan ST (16) warga Kuala Pembuang yang siap melayani pria hidung belang.

"Di rumah yang dibuat menjadi tempat karaoke kecil-kecilan itu juga terdapat perempuan penghibur lainnya namun sudah dewasa," katanya.

Selain mengamankan korban, petugas juga mengamankan 11 orang pengunjung serta seorang tersangka TN (60), warga Kuala Pembuang yang diduga melakukan ekploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja seks.

Dari pengakuan tersangka terungkap bahwa prostitusi terselubung itu sudah berjalan selama dua bulan. Modusnya pengunjung yang datang ke rumah bisa langsung masuk ke kamar untuk dilayani wanita penghibur tadi.

"Atau bisa juga karaoke dulu, setelah itu baru ke kamar minta dilayani. Tarifnya Rp250 ribu, Rp200 ribu untuk perempuannya dan Rp50 ribunya untuk sewa tempat," katanya.

Selain melayani pengunjung, TN yang menjadi penghubung apabila ada pria yang minta dilayani wanita penghibur. TN bida mencarikan wanita penghibur kalau ada yang minta mencarikannya.

Bila terbukti melakukan eksploitasi dengan mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pekerja seksual, maka TN dapat dijerat dengan Undang-Undang No.23/2002 Pasal 88 tentang Perlindungan Anak atau Undang-Undang No.21 tentang Perdagangan Orang.

"Meski sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka, namun kita masih terus melakukan pengembangan," katanya. (ant/mar)