Selasa, 19 September 2017 | 18:49 WIB
Lebak Genjot Produksi Padi
Senin, 24 November 2014 | 21:52 WIB
Ilustrasi -

Skalanews - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menggenjot produksi padi yang ditargetkan 2015 meningkat hingga 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Kami optimistis produksi padi tahun depan surplus dan meningkat," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Senin.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah daerah akan membangun sarana irigasi guna mendukung peningkatan produksi padi.

Pembangunan irigasi itu tentu akan meningkatkan indeks pertanaman (IP) sebanyak tiga kali musim tanam per tahun.

Sebelumnya, kata dia, petani di sini hanya dua kali musim tanam.

"Saya yakin dengan tiga kali tanam dipastikan produksi padi meningkat," ujarnya.

Menurut dia, selama ini produksi pangan di Kabupaten Lebak dinilai bagus karena bisa mempertahankan program ketahanan nasional.

Sebab produksi pangan tahun 2014 bisa mencapai di atas rata-rata 5,6 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.

Oleh karena itu, tahun 2015 akan ditingkatkan produksinya mencapai 6,4 ton GKP/hektare melalui bantuan traktor tangan, penggunaan pupuk berimbang, benih varietas unggul dan penerapan teknologi "System of Rice Intensification" atau SRI, dan jejar legowo.

"Kami menjamin Lebak surplus beras dan bisa memenuhi kedaulatan pangan nasional," katanya.

Ia menyebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung surplus sebanyak 10 juta ton beras tahun 2014 dengan memprioritaskan pertanian, seperti perbaikan irigasi teknis maupun irigasi desa.

Sebab sebagian besar areal persawahan di Kabupaten Lebak sekitar 53 persen atau 25.486 dari 47.760 hektare kategori sawah tadah hujan.

Pemerintah terus membangun sarana irigasi maupun bantuan pompanisasi untuk peningkatan produksi pangan.

"Dengan perbaikan sarana irigasi itu tentu dapat mendongkrak produksi pangan," ujarnya.

Sejumlah petani di Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak mengaku mereka lega produksi panen hasil penerapan teknologi SRI di atas rata-rata 6,2 ton GKP per hektare.

"Dengan produksi 6,2 ton GKP diperkirakan kami mendapat keuntungan sekitar Rp25 juta per hektare," kata Ahmad, seorang petani Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. (ant/mar)