Senin, 20 November 2017 | 00:29 WIB
Terdakwa dengan lantang mengajukan banding terhadap vonis hakim tersebut.
Aniaya Rekan Kerja, Divonis 41 Hari
Selasa, 22 Februari 2011 | 20:12 WIB
-
Nurimah, terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap rekan kerjanya di PT San Yu Frame Moulding Industries, Selasa (22/2/2011), divonis hukuman penjara selama 41 hari oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang.

Ketua majelis hakim, Komari, menyatakan, Nurimah bersalah atas tindakan penganiayaan terhadap rekan kerjanya yang bernama Suryani pada 15 Januari 2006 dan divonis hukuman penjara sama dengan masa tahanannya selama mengikuti proses persidangan yakni 41 hari.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Semarang, Yusniawati, yaitu selama 75 hari.

Mendengar vonis dari majelis hakim, Nurimah yang matanya terlihat berkaca-kaca kemudian menghampiri pengacaranya, Edy Sepjengkaria dan Markus Suryo Utomo, selama beberapa menit.

Setelah kembali ke kursi terdakwa, Nurimah mengatakan dengan lantang bahwa ia mengajukan banding terhadap vonis hakim tersebut.

Mengetahui pengajuan banding dari Nurimah, puluhan pengunjung yang memenuhi ruang sidang langsung menyambut dengan teriakan "Hidup Buruh, Hidup Buruh" berulang kali.

Ditemui usai persidangan, Nurimah mengaku mengajukan banding meski dirinya tidak lagi ditahan setelah menerima vonis tersebut karena diduga ada kepentingan pihak lain selama persidangan kasus yang terjadi tahun 2006 dan dirinya juga telah berdamai dengan Suryani.

"Selain menganggap keputusan hakim tidak adil, status saya sebagai buruh juga terancam karena khawatir perusahaan tempat saya bekerja bisa memecat sewaktu-waktu terkait dengan vonis bersalah dalam dugaan kasus penganiayaan," katanya.

Markus Suryo Utomo selaku pengacara Nurimah menambahkan, vonis majelis hakim terkesan disesuaikan dengan masa penahanan kliennya di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Semarang sejak 19 Desember 2010 hingga ditangguhkan penahanannya yakni pada 19 Januari 2011.

"Klien saya memang bebas tapi status yang bersangkutan tetap bersalah dan pernah dipidana dalam kasus penganiayaan yang peristiwanya sudah lama namun baru diproses akhir tahun 2010," ujarnya.

Pada sidang sebelumnya, Nurimah yang ditangguhkan penahanannya membacakan tiga pembelaan yakni pembelaan dari dirinya, Suryani, dan pengacaranya.

Saat membacakan pembelaannya sendiri, Nurimah menceritakan semua hal yang dialaminya, baik sebagai buruh maupun saat menjalani sidang serta penahanan selama 41 hari di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Semarang.

Dalam pembelaan yang dibuat Suryani, diungkapkan bahwa yang bersangkutan tidak pernah berniat melaporkan Nurimah ke polisi dan dirinya mendapat intimidasi dari pihak perusahaan terkait hal itu.

Hampir sama dengan dua pembelaan yang telah dibacakan sebelumnya, pembelaan pengacara terdakwa, menyebutkan bahwa ada rekayasa dalam kasus dugaan penganiayaan yang terlalu dipaksakan ini.

Selain itu, dari fakta-fakta di persidangan juga banyak terdapat kejanggalan, di antaranya dari ketidakjelasan tentang letak memar yang diderita pelapor pada bagian matanya.

Sejumlah saksi yang diajukan dan didengar keterangannya di persidangan juga tidak ada yang mengaku melihat langsung terdakwa memukul pelapor atau mengetahui kejadian penganiayaan tersebut.

Nurimah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Semarang karena diduga melakukan penganiayaan terhadap rekan kerjanya di PT. San Yu Frame Moulding Industries Semarang bernama Suryani.

Namun dalam persidangan di PN Semarang ternyata dugaan penganiayaan tersebut tidak terbukti dan pelapor justru mengaku bahwa dirinya mendapat intimidasi dari pihak perusahaan jika tidak melaporkan ke polisi. ()
  
  
TERPOPULER
Index +