Sabtu, 18 November 2017 | 06:04 WIB
"Operasi pasar di Jawa Tengah tidak akan efektif dan justru akan memicu larinya beras ke luar daerah."
Kendalikan Harga Beras Tidak Cukup Dengan OP
Rabu, 3 Agustus 2011 | 20:49 WIB
-
SEMARANG - Kenaikan harga beras yang terjadi di Jawa Tengah dinilai tidak akan selesai hanya dengan melakukan operasi pasar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat.

"Operasi pasar di Jawa Tengah tidak akan efektif dan justru akan memicu larinya beras ke luar daerah," kata Ihwan di Semarang, Rabu (3/8).

Sebab, lanjut dia, beras yang dijual saat pelaksanaan operasi pasar tentu lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasaran. Karena itu, beras yang ada di pasaran justru akan lari ke luar daerah yang harganya lebih tinggi. "Kondisi tersebut tentu tidak efektif untuk mengendalikan fluktuasi harga," ujarnya.

Ihwan menyarankan, sebaiknya jika akan melakukan operasi pasar harus serentak dilaksanakan. Seperti di Jawa Tengah serta pasar induk Cipinang, Jakarta. "Kalau operasi pasar hanya di Jakarta, sedangkan di Cipinang tidak, maka tidak akan ada gunanya," tuturnya.

Ia justru menilai, pasar murah untuk membantu masyarakat kurang mampu selama Ramadhan 1432 Hijriah dinilai lebih efektif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sekitar 11 kegiatan pasar murah di sejumlah lokasi yang akan digelar selama Ramadhan 1432 Hijriah.

Enam di antara 11 kegiatan pasar murah di provinsi itu akan digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sebanyak lima pasar murah lainnya, katanya, akan digelar oleh sejumlah satuan lain di lingkungan pemerintah provinsi tersebut.

Selain 11 pasar murah oleh pemerintah provinsi, katanya, upaya stabilisasi harga saat Ramadhan juga akan didukung dengan pasar murah yang digelar oleh pemerintah kabupaten dan kota. "Masing-masing pemerintah kabupaten dan kota setidaknya akan menggelar lima hingga enam pasar murah selama Ramadhan," katanya.

Pada kesempatan lain, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo meminta masyarakat tidak panik terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pokok saat Ramadhan 1432 Hijriah. Ia mengemukakan, kenaikan harga itu terjadi akibat sentimen pasar atas bertambahnya kebutuhan bahan pokok masyarakat menjelang Lebaran.

"Tidak perlu panik. Beli barang secukupnya saja, jangan berlebihan," katanya menandaskan. [mad]