Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:37 WIB
Anggota dewan meminta Ketua Komisi VII supaya menyediakan waktu khusus tersendiri bersama BP Migas
DPR Usir Pejabat BP Migas
Rabu, 6 Juli 2011 | 22:28 WIB
ilustrasi RDP DPR/foto int -
Jakarta - Merasa dilecehkan dengan ketidakhadiran Ketua Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R Priyono, anggota Komisi VII DPR-RI mengusir jajaran petinggi BP Migas yang hadir dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (6/7/).

RDP yang dilaksanakan antara DPR dengan Kementerian ESDM, BP Migas, BPH Migas, dan Pertamina untuk membahas mengenai RAPBN-P 2011 di sektor minyak dan gas.

Peristiwa pengusiran ini berawal ketika Ismayatun, anggota dari Fraksi PDI-P menanyakan ketidakhadiran R. Priyono kepada Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitupulu."Ini Kepala BP Migas kemana? Kalau tidak bisa hadir, ada suratnya?" tanya Ismayatun.

Ismayatun kemudian mengatakan, ketidakhadiran R. Priyono sangat disayangkan. Mengingat pembahasan mengenai produksi minyak dan gas bukan hal yang sederhana, apalagi saat ini produksi minyak RI sedang anjlok.

"Apakah Kepala BP Migas ini tidak mementingkan acara ini sehingga sampai diwakilkan deputinya? Kalau memang tidak hadir saat ini, lebih baik yang mewakili dia tidak perlu ada di sini," pintanya.

Kemudian, Ismayatun meminta supaya BP Migas tidak perlu hadir di rapat sidang tersebut. "Ini Kepala BP Migas tidak ada keterangan tidak hadir, jadi tidak perlu juga jajaran BP Migas yang ada di sini hadir. Tidak jelas perwakilannya," timpalnya.

Kegeraman Ismayatun bersambung ke anggota dewan lainnya. "Ini menunjukkan gak ada koordinasi, lebih kita ada rapatkan sendiri, kita buka dari awal sampai akhir. Kita buat apat khusus, hari ini suruh keluar saja ," tegas Bambang Wuryanto, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-P.

Kegusaran anggota dewan bertambah ketika mengetahui bahwa R Priyono tidak hadir karena ada pertemuan dengan investor Thailand. Mereka pun meminta Ketua Komisi VII supaya menyediakan waktu khusus tersendiri bersama BP Migas dengan syarat kehadiran R. Priyono.

Akhirnya Ketua Komisi VII, Teuku Riefky menyatakan supaya jajaran BP Migas keluar dari ruangan sidang. (zhank's)