Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:36 WIB
Politik
DPR mempertanyakan hasil kajian kementerian yang menyebutkan penurunan jumlah anggaran dan minimalisasi desain
DPR Batalkan Proses Tender Gedung Baru
Senin, 23 Mei 2011 | 18:05 WIB
-
Jakarta - Setelah menggelar rapat konsultasi antara Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Senin (23/5), DPR mengambil keputusan untuk membatalkan proses tender pembangunan gedung baru DPR RI yang sedang berlangsung.

Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, keputusan rapat konsultasi pimpinan dan fraksi pada 7 April, yang memutuskan dilanjutkannya proses pembangunan gedung baru otomotasi distop.

Dalam rapat konsultasi tersebut DPR mempertanyakan hasil kajian kementerian yang menyebutkan penurunan jumlah anggaran dan minimalisasi desain yang diterima dari kementerian awal pekan lalu.

Kementerian merekomendasikan angka Rp 777 miliar dan minimalisasi lantai menjadi 26 lantai dengan tetap memanfaatkan penggunaan gedung Nusantara I DPR RI. Padahal sebelumnya, tim teknis perencana pembangunan gedung baru yang terdiri dari tim Sekjen DPR, tim konsultan, dan perwakilan dari Kementerian PU, memutuskan angka di atas Rp 1 triliun dengan jumlah 27 lantai, menjadi 33 lantai, dan kemudian 27 lantai. Keputusan ini juga diambil dengan tetap memanfaatkan Gedung Nusantara I.

Marzuki mengungkapkan, DPR menagkap adanya 'kenakalan' dalam perencanaan sebelumnya. Dengan demikian, Marzuki menegaskan bahwa seluruh biaya yang sudah habis dalam proses desain hingga prakualifikasi tender lebih dari Rp 14 miliar hangus.

"Keputusan mengenai pemenang prakualifikasi tender juga tidak berlaku lagi. Desain berbentuk 'U' terbalik yang sudah ada pun akan dibahas ulang lagi," tegasnya.

Namun demikian, politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa pembatalan proses tender ini bukan berarti rencana pembangunan gedung baru dibatalkan sama sekali. "Nanti kita bicarakan lagi di BURT," katanya. (zhank's/yan)