Jumat, 28 Juli 2017 | 21:55 WIB
Wall Street Naik Didorong Konferensi Pers Pertama Trump
Kamis, 12 Januari 2017 | 07:59 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Saham-saham di Wall Street ditutup naik pada Rabu (Kamis pagi WIB, 12/1), dengan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi selama lima sesi berturut-turut. Kenaikan terjadi, karena investor mencerna pernyataan-pernyataan dari Presiden AS terpilih Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 98,75 poin atau 0,50 persen, menjadi ditutup pada 19.954,28 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 6,42 poin atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 2.275,32 poin. Dan indeks komposit Nasdaq naik 11,83 poin atau 0,21 persen, menjadi 5.563,65 poin.

Trump mengadakan konferensi pers pertamanya sejak terpilih sebagai presiden AS pada Rabu. Dan para analis mengharapkan, dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang kebijakan perdagangan, rencana pajak, dan stimulus fiskal dari pemerintahan baru.

Namun, konferensi pers berakhir tanpa memberikan rincian tentang kebijakan-kebijakan tersebut.

Saham-saham AS telah membukukan keuntungan yang solid sejak kemenangan Trump, di tengah harapan bahwa pemerintahan mendatang akan memotong pajak perusahaan, menderegulasi sektor-sektor tertentu, dan menyuntikkan stimulus fiskal dalam perekonomian.

Sementara itu, investor juga menunggu awal musim laba kuartal keempat akhir pekan ini, ketika beberapa raksasa keuangan melaporkan angka-angka penghasilan mereka.

Para pedagang mengamati kurva dari sektor keuangan, yang telah membukukan reli tajam sejak hari pemilihan presiden AS pada November lalu.

Data terbaru dari Thomson Reuters menunjukkan, laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 di kuartal keempat 2016 diperkirakan naik 5,8 persen secara tahun ke tahuan (YoY). Sementara pendapatannya, diperkirakan meningkat 4,4 persen.

Tidak ada data ekonomi utama yang dirilis pada Rabu. (xin/ant/tat)