Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:30 WIB
Dolar Tertekan Risalah Pertemuan Fed
Kamis, 12 Oktober 2017 | 08:02 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Kurs dolar AS terus melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB, 11/10), tertekan sentimen para investor yang terutama mencerna risalah dari pertemuan Federal Reserve AS yang baru dirilis.

"Banyak peserta terus percaya, tekanan siklikal yang terkait dengan pasar tenaga kerja yang mengetat atau ekonomi yang beroperasi di atas potensinya, cenderung menunjukkan inflasi lebih tinggi dalam jangka menengah," menurut risalah pada Rabu (11/10).

Selain itu, banyak pejabat Fed menilai, setidaknya sebagian dari pelemahan inflasi tahun ini adalah hasil dari faktor-faktor istimewa atau satu kali. Dan akibatnya, dampaknya cenderung memudar dari waktu ke waktu.

Namun, perkembangan lainnya, seperti dampak perubahan awal terhadap program perawatan kesehatan pemerintah yang telah menahan penurunan biaya perawatan kesehatan, mungkin terus berlanjut untuk beberapa waktu.

Para analis mengatakan, risalah menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan terbuka terhadap kenaikan suku bunga pada Desember, --meski ada kekhawatiran tentang tingkat inflasi yang rendah.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama, turun 0,30 persen menjadi 93,008 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1856 dolar AS dari 1,1807 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3218 dolar AS dari 1,3204 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7785 dolar AS dari 0,7783 dolar AS.

Dolar dibeli 112,35 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,31 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9728 franc Swiss dari 0,9751 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2492 dolar Kanada dari 1.2510 dolar Kanada. (xin/ant/tat)