Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:27 WIB
Bahana Sekuritas Rekomendasikan Netral Saham Sektor Tembakau
Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:18 WIB
Ilustrasi: Saham - Istimewa

Skalanews - PT Bahana Sekuritas merekomendasikan netral terhadap saham perusahaan yang bergerak dalam sektor tembakau meski terdapat beberapa sentimen yang menguntungkan.

"Ada sejumlah hal yang menguntungkan bagi industri tembakau pada tahun depan, namun juga masih disertai beberapa risiko yang patut dicermati," kata Analis Bahana Sekuritas Michael Setjoadi dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (12/10).

Ia mengemukakan bahwa dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, kenaikan cukai tidak akan setinggi tahun ini. Bila pada tahun ini rata-rata kenaikan cukai rokok sekitar 10-11 persen maka pada 2018 kenaikan cukai bakal berada di kisaran 7-9 persen.

"Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata kenaikan cukai rokok lebih tinggi dari kenaikan inflasi, bila tahun depan kenaikan cukai rokok tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, akan memberi dampak positif bagi industri rokok. Namun di sisi lain, pemerintah semakin ketat mengatur iklan rokok yang tayang di televisi ataupun di tempat umum, ditambah lagi larangan merokok di tempat umum semakin digencarkan," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Bahana Sekuritas memperkirakan volume penjualan rokok pada 2018 masih akan mengalami kontraksi sekitar 1-1,5 persen dibandingkan penjualan tahun ini yang diperkirakan turun sebesar 1,5 persen.

Volume produksi rokok diperkirakan akan mencapai 318,8 miliar batang pada 2018, naik dibandingkan perkiraan volume produksi tahun ini sekitar 315,6 miliar batang.

Dari empat pemain besar di industri tembakau, lanjut dia, Bahana merekomendasikan beli untuk saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) karena daya beli masyarakat akan kembali pulih pada 2018, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang pada umumnya adalah target pasar perusahaan.

Michael Setjoadi menambahkan bahwa lebih rendahnya kenaikan cukai rokok pada 2018 juga akan menguntungkan Gudang Garam sehingga laba bersih diperkirakan naik sebesar 6 persen menjadi Rp7,25 triliun dari perkiraan laba bersih sepanjang 2017 sekitar Rp6,85 triliun.

Sementara itu, PT HM Sampoerna Tbk dinilai Bahana cukup efisien karena satu mesin produksi dapat digunakan untuk memproduksi beragam produk. Berbeda dengan Gudang Garam yang memiliki satu mesin untuk setiap produknya.

Bahana Sekuritas memperkirakan laba bersih HM Sampoerna hanya naik sekitar 1 persen menjadi Rp12,87 triliun pada 2018, dari laba bersih tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp12,76 triliun.(Ant/dbs)