Jumat, 24 November 2017 | 22:00 WIB
Wall Street Tertekan Laporan Laba dan Data Ekonomi
Selasa, 24 Oktober 2017 | 07:59 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Bursa saham Wall Street ditutup turun pada Senin (Selasa pagi WIB, 24/10), tertekan sentimen para investor yang mempertimbangan laporan-laporan laba perusahaan, serta data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,67 poin atau 0,23 persen, menjadi ditutup di 23.273,96 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 10,23 poin atau 0,40 persen, menjadi ditutup pada 2.564,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurangn 42,23 poin atau 0,64 persen menjadi berakhir di 6.586,83 poin.

Saham VF Corp melonjak 5,39 persen menjadi 69,95 dolar AS per saham, setelah perusahaan pakaian tersebut melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan.

Perusahaan, yang mereknya termasuk Timberland, North Face dan Dickies, juga meningkatkan prospeknya.

Musim laporan laba emiten telah dimulai dengan baik. Menurut perusahaan konsultan Earnings Scout, sekitar 80 persen perusahaan yang melaporkan laba triwulanan melebihi titik terendah pada Jumat (23/10), sementara di atas 70 persen telah melampaui perkiraan penjualan.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan, perolehan laba gabungan perusahaan-perusahaan S& P 500 pada kuartal ketiga 2017 diperkirakan akan meningkat 3,8 persen dari tahun ke tahun. Sementara pendapatan diperkirakan akan meningkat 4,4 persen.

Di sisi ekonomi, Federal Reserve Bank of Chicago mengatakan Senin (23/10), dipimpin oleh perbaikan indikator terkait produksi, Chicago Fed National Activity Index (CFNAI) bergerak naik menjadi 0,17 pada September dari minus 0,37 pada Agustus.

Sementara itu, investor terus memantau rencana reformasi pajak negara tersebut.

Beberapa analis percaya, pemerintahan Trump akan dapat terus mendorong pemotongan pajak, --setelah Senat mengeluarkan cetak biru anggaran untuk tahun fiskal berikutnya pada minggu lalu. (xin/ant/tat)