Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:56 WIB
Harga Minyak Naik Didorong Saudi Akan Kurangi Ekspor
Rabu, 11 Oktober 2017 | 09:02 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Harga minyak dunia memperpanjang kenaikannya pada Selasa (Rabu pagi WIB, 11/10), dengan harga minyak mentah AS mencatat kenaikan harian terbaik dalam dua minggu.

Kenaikan terjadi, didorong sentimen Arab Saudi yang mengatakan akan mengurangi ekspor minyak pada November.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 1,34 dolar AS menjadi menetap di 50,92 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 0,82 dolar AS menjadi ditutup pada 56,61 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Media melaporkan, menurut Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, Arab Saudi pada November akan memangkas alokasi minyak mentah kepada para pelanggannya sebesar 560.000 barel per hari.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan beberapa produsen lainnya, telah memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari sejak awal 2017.

OPEC juga memberi sinyal kemungkinan perpanjangan periode pemotongan produksi.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pada Minggu (8/10), konsultasi sedang dilakukan untuk perpanjangan kesepakatan di luar Maret 2018 dan lebih banyak negara-negara penghasil minyak dapat bergabung dalam pakta tersebut, --mungkin pada pertemuan bulan depan.

Dia juga menyebutkan, --seperti dilansir Xinhua--, para anggota OPEC dan produsen minyak lainnya mungkin harus melakukan beberapa langkah luar biasa untuk memastikan pasar seimbang dalam jangka panjang. (xin/ant/tat)