Jumat, 24 November 2017 | 22:05 WIB
OJK Berinisiatif Sediakan Layanan Asuransi Digital
Kamis, 30 Juni 2016 | 09:14 WIB
-

Skalanews - Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani mengatakan pihaknya berinisiatif untuk bisa menyediakan layanan produk polis asuransi digital.

"Keinginan bisa menyediakan produk polis asuransi digital, jadi polis asuransi tidak lagi dicetak, sudah daam bentuk digital bisa dikirim dalam alat komunikasi sekarang kan polis harus dicetak," kata Firdaus di sela-sela acara "Investor Awards-Best Insurance 2016" di Jakarta, Rabu (29/6).

Dengan cara tersebut, kata Firdaus, polis akan langsung dikirim ke nasabah sehingga nasabah langsung bisa membaca polis dari perusahaan asuransi.

"Karena hanya sedikit yang baca polis karena saat diterima dari perusahaan asuransi, mereka tidak pernah baca," tuturnya.

Selain itu, kata dia, OJK juga berencana untuk membentuk Bank Kustodian untuk menyelesaikan sengketa terkait data digital.

"Bank Kustodian untuk data digital dibentuk karena ketika ada sengketa, data tersebut akan disimpan oleh Bank Kustodian yang merupakan lembaga independen," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengkaji dan membuat aturan terkait layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech).

"Jadi, bukan hanya di sektor asuransi, multifinance, pegadaian, dan perbankan atau pasar modal, kami juga menyiapkan aturan fintech dan tahun ini diharapkan selesai," ucap Firdaus.

Sebelumnya, OJK mencatat pada triwulan-I 2016, aset industri perasuransian mencapai Rp866,61 triliun atau naik 10 persen dibandingkan triwulan-I 2015 sebesar Rp787,56 triliun.

Kemudian, pada triwulan-I 2016, industri asuransi jiwa mencatat aset sebesar Rp371,49 triliun, naik 10,24 persen dibandingkan triwulan-I 2015 sebesar Rp 336,96 triliun.

Selain itu, pada triwulan-I 2016, asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp138,37 triliun atau naik 12,72 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015 sebesar Rp122,75 triliun.(ant/wan)