Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:48 WIB
Lewat Ideafest, Blue Bird Jaring Ide Kreatif
Selasa, 27 September 2016 | 03:22 WIB
Noni Sri Aryati Purnomo - [risman afrianda/skalanews]

Skalanews - Perusahaan transportasi Blue Bird Group berupaya menjaring ide-ide kreatif dari kaum muda Indonesia, dalam rangka mengembangkan bisnis mereka di era teknologi yang belakangan meningkat sangat pesat di Indonesia.

Presiden Direktur (Presdir) Blue Bird Group Holding, Noni Sri Aryati Purnomo mengakui meski sudah 45 tahun Blue Bird berkecimpung dalam dunia transportasi, namun mereka masih membutuhkan tambahan ide untuk lebih melesat lagi.

"Kita memang sangat mengerti tentang operasional transportasi. Akan tetapi kita ini kurang paham mengenai era-era kreatifitas," kata Noni dalam keterangannya Jakarta, Senin (26/9).

Oleh karena itulah mereka turut serta berpartisipasi dalam acara Ideafest 2016. Dari ide-ide yang berhasil mereka jaring, nantinya akan dipilih lagi kira-kira mana yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat, serta yang memiliki manfaat yang bisa langsung dirasakan pelanggan.

"Paling enggak dari ide yang kita tampung nanti bisa dipilih kira-kira mana yang bisa memberi manfaat langsung kepada konsumen. Itu sebenarnya. Jadi mengajak anak-anak muda itu untuk melibatkan diri di dalam perkembangan Blue Bird ini," ujarnya.



Peningkatan Aplikasi
Dari beberapa ide yang berhasil didapatkan Blue Bird dalam acara Ideafest 2016, mayoritas memang berhubungan dengan teknologi aplikasi My Blue Bird. Noni menjelaskan di semester terakhir 2016 ini pihaknya memang berfokus pada peningkatan aplikasi itu.

"Untuk kuartal terakhir atau semester terakhir di 2016 ini, yang akan kita lanjutkan atau tingkatkan segeranya itu peningkatan di aplikasi My Blue Bird yang sudah kita miliki, supaya lebih mudah lagi, supaya lebih user friendly lagi," tutur dia.

Hal-hal yang rencananya akan diperbaharui dalam aplikasi tersebut, antara lain penambahan profil pengemudi taksi, supaya pelanggan atau calon penumpang bisa merasa lebih kenal dengan orang yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Noni mengungkapkan, dalam profil tersebut nantinya calon penumpang bisa mengetahui latar belakang pengemudi, sudah bekerja berapa lama di Blue Bird, pengalaman selama bekerja, hingga pengetahuan pengemudi tentang kondisi jalan raya.

"Dan nantinya juga akan ada fitur yang memungkinkan pelanggan untuk memberikan kesan-kesan, atau pengalaman setelah menggunakan jasa kita. Misalnya, pengemudi A ternyata tahu 'jalan tikus' untuk menghindari macet. Kan itu jadi nilai positif juga," ucapnya.