Senin, 20 November 2017 | 00:35 WIB
Gandeng RSPJ, BAZMA Pertamina Gelar Operasi Katarak Gratis
Minggu, 27 November 2016 | 08:36 WIB
Bazma Pertamina - RSPJ gelar operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa - [risman afrianda/skalanews]

Skalanews - Lembaga kemanusiaan yang mengelola dan menyalurkan zakat dan infaq yang diberikan oleh pekerja muslim di Pertamina, Baituzzakah Pertamina (BAZMA) menggelar operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa.

Program operasi katarak tersebut digelar di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sebanyak 82 pasien yang berasal dari berbagai daerah mengikuti program ini.

Ketua Umum BAZMA, Susilo menjelaskan bahwa operasi katarak ini merupakan salah satu kegiatan yang merupakan program dari penyaluran dana zakat, infak, sedekah yang berasal dari para pekerja Pertamina.

"Jadi program ini merupakan salah satu dari banyak program yang kita laksanakan tiap tahun. Nah, kami harap dengan kegiatan semacam ini bisa membantu warga penerima manfaat yang membutuhkan," kata Susilo saat ditemui di RSPJ, Jakarta, Sabtu (26/11).

Untuk mengadakan program ini, dia menyebutkan pihaknya menyalurkan dana sekitar  Rp300 juta. Jumlah pasien yang mengikuti pun katanya mengalami peningkatan 20 persen dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.

"Sosialisasinya sudah sebulan yang lalu. Kita lakukan screening, kita cek dulu apakah masyarakat yang akan ikut program ini termasuk kategori yang membutuhkan atau tidak, karena ini dana zakat ya. Selain itu juga screening dari sisi medis," ujarnya.



Ditempat yang sama, Direktur RSPJ, Duta Liana mengungkapkan program operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa ini memang sangat penting untuk diadakan. Pasalnya, katarak itu ada di urutan ke 3 sebagai penyebab kebutaan.

"Di Indonesia sendiri jumlah penderita kataraknya tertinggi se-Asia Tenggara. Yakni kira-kira sebanyak 0,1 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Ini sudah sekitar 5 tahun ya kira-kira kita adakan program operasi katarak gratis ini," tutur Duta.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa penyebab katarak itu antara lain karena faktor usia 40 tahun keatas, lalu gaya hidup seperti merokok atau alkohol, kemudian karena penyakit tertentu yang mempercepat terjadinya katarak, seperti diabetes.

"Kali ini kita buka 6 meja operasi, dalam arti ada 6 dokter. Dokternya kita kerjasama dengan Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia). Lewat kegiatan ini pun kami ingin membantu program pemerintah memberantas kebutaan akibat katarak," tukas dia. (Risman Afrianda/bus)


  
  
Berita Terkait:
TERPOPULER
Index +